10 Teori Evolusi Menurut Para Ahli Dan Tokoh Dunia

Teori Evolusi Menurut Para Ahli, Perbedaannya, Dan Lainnya Lengkap – Evolusi, merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari oleh setiap makhluk hidup dan dalam kehidupan.

Secara garis besar, Evolusi adalah proses perubahan makhluk hidup dari generasi ke generasi berikutnya dalam kurun waktu yang sangat lama. Orang pertama yang mencetuskan teori Evolusi adalah charles darwin pada 27 Desember 1831.

Namun ada beberapa orang yang memiliki pen dapat berbeda mengenai evolusi, berikut pendapat pendapat tersebut.

Teori Evolusi Menurut Para Ahli

1. Charles Darwin

charles darwin

Charles Darwin mengutarakan bahwa evolusi menciptakan keanekaragaman hayati. Makhluk hidup telah berevolusi melalui sebuah mekanisme terhadap seleksi alam. Organisme yang kuat akan bertahan.

Darwin juga menyoroti kemampuan organisme untuk beradaptasi dengan seleksi alam. Darwin menggambarkan fenomena ini menggunakan contoh terkenal yang menunjukkan perkembangan pada leher jerapah.

2. James Hutton

Menurutnya, evolusi dapat menetapkan teori gradualisme bahwa dalam bentuk bumi dan lapisan-lapisannya adalah sebuah hasil dari perubahan yang berlangsung secara bertahap, terus menerus dan lambat dalam waktu yang sangat lama.

3. Carolus Linnaeus

Carolus Linnaeus menyebutkan bahwa evolusi dapat membuat pengaturan untuk menemukan dalam sebuah posisi reguler antara makhluk hidup dengan mencari properti yang sama dan mengelompokkan yang serupa.

Klasifikasi yakni dapat berlangsung dengan cara bertahap (disebut takson), mulai dari tingkat terendah (takson spesies) hingga tingkat tertinggi (takson kerajaan).

4. Alfred Russel Wallace

alfred russel wallace

Teori Wallace didasarkan pada penelitian biologi komparatif di Brasil dan Hindia Belanda (sekarang Indonesia) dan di wilayah Malaysia.

Bukunya yang berjudul “Pada kecenderungan varietas menyimpang tanpa batas dari tipe aslinya”. Teorinya sama terhadap apa yang dikembangkan oleh Darwin.

Baca Juga :

5. Georges Cuvier

Georges Cuvier yang merupakan seorang ahli anatomi menyatakan bahwa makhluk hidup di setiap shift tidak memiliki hubungan.

Karena pada setiap shift terbentuk dengan adanya sebuah bencana alam seperti gempa bumi, banjir atau kekeringan panjang. Jika lapisan tersebut hilang karena bencana, lapisan baru muncul dengan makhluk baru yang datang dari daerah lain.

6. Jean Baptis Lamark

Lamarck memiliki dua gagasan pada teorinya, yakni :

  • Gagasan use and disuse atau digunakan dan tidak digunakan. Di mana bagian tubuh yang dipakai secara intensif untuk menghadapi lingkungan tertentu akan menjadi lebih besar dan kuat. Sementara bagian tubuh yang jarang digunakan akan mengalami kemunduran.
  • Sifat atau ciri-ciri yang diperoleh dari lingkungan bisa diwariskan kepada keturunannya. Pada konsep pewaris sifat tersebut memodifikasi organisme yang diperoleh selama hidupnya. Pada teori tersebut, Lamarck mencontohkan awalnya nenek moyang jerapah berleher pendek. Leher jerapah menjadi akibat penjuluran terus menerus. Kemudian jerapah yang leher panjang diwariskan ke semua keturunannya.

7. August Weissman

Pada teori August Weismann, perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan pada keturunannya. Ini bermakna jika evolusi berkaitan dengan gejala seleksi alam pada faktor-faktor genetik.

Weismann membuktikan teorinya menggunakan tikus. Di mana beliau mengawinkan dua tikus yang masing-masing ekornya dipotong. Selanjutnya anak-anak tikus yang sudah dewasa dipotong ekornya dan dikawinkan dengan sesamanya.

Hasilnya, anak-anak tikus berekor. Ia melakukan percobaan tersebut hingga 21 generasi tikus dan hasilnya sama.

8. Plato

Plato menyatakan percaya pada dunia, yakni dunia yang ideal dan abadi serta dunia khayal yang tidak sempurna. Kedua dunia tersebut dapat dipahami dengan menggunakan indera manusia.

Dikatakan evolusi akan mengubah dunia yang organismenya yang sudah ideal dan dapat beradaptasi sempurna dengan lingkungan.

9. Aristoteles

Teori yang disampaikan Aristoteles sehubungan dengan evolusi adalah bahwa semua bentuk kehidupan disusun menurut suatu skala atau tangga yang kompleksitasnya meningkat ke atas.

Menurut Aristoteles, setiap bentuk kehidupan makhluk hidup mempunyai suatu tangga dengan anak tangga masing-masing yang ada pada tingkatan berbeda.

10. Charless Lyell

Charles Lyell menyebutkan bahwa evolusi merupakan hal yang dapat menetapkan teori uniformitarianisme (keseragaman). Menurut Lyell, sebuah proses dapat mengubah lapisan batu dan bentuk permukaan bumi selalu sama atau tidak berubah dari waktu ke waktu.

Jadi, itulah beberapa teori revolusi menurut para ahli dan tokoh besar dunia. Jika ada yang kurang, anda bisa menuliskannya pada kolom komentar di akhir artikel. Semoga bermanfaat ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed