oleh

10 Tarian Daerah Sumatera Barat Beserta Penjelasannya

Tarian Daerah Sumatera Barat Beserta Keterangannya – Provinsi Sumatera Barat yang beribu kota kan Padang ternyata memiliki banyak sekali tarian tradisional yang sangat menarik. Bahkan ada salah satu lagu yang sangat populer di telinga warga Indonesia “dindin badindin” misalnya. Kamu yang terlahir pada tahun 80-an tentu sudah sering mendengar lagu tersebut di serial TV bukan?

Pada artikel kali ini, saya sedang tertarik untuk membahas tarian daerah dari Sumatera Barat. Karena selain rumah adat yang khas, ada banyak sekali tarian yang cocok untuk dikupas lebih dalam. Apa sajakah itu? Yuk simak artikel ini sampai habis!.

Tarian Daerah Sumatera Barat

1. Tari Piring

Tari ini sering disebut sebagai tari piriang, berasal dari Solok, Sumatera Barat. Tarian ini masih banyak dikenal orang hingga sekarang. Tarian ini melambangkan rasa syukur dan gembira karena hasil panen. Dengan gerakan yang cepat, para penari memegang piring yang ditaruh di atas telapak tangan dengan diiringi musik tradisional Sumatera Barat.

Ada sebuah momen, pada saat penari melemparkan piring ke udara dan dihempaskan ke tanah. Sehingga piring-piring tersebut akan pecah dan nantinya sang penari akan menginjak pecahan piring tersebut.

Namun, saat agama islam mulai masuk ke Minangkabau, tarian ini tidak lagi digunakan sebagai acara ritual, melainkan hanya digunakan sebagai kesenian daerah dan sarana hiburan.

2. Tari Indang

tari indang

Tari indang ini sering disebut juga sebagai tari badindin. Mendengar nama bandindin saja sudah tidak asing lagi bukan di telinga kalian? Tarian yang ditemukan oleh Syekh Burhanudin ini mulanya dipergunakan sebagai media penyebaran agama islam. Tetapi sekarang, tarian ini hanya sebagai hiburan dan pertunjukan saja.

Seringkali tarian ini di tarikan dengan tujuh orang penari pria. Tetapi, berkembangnya zaman membuat para wanita juga banyak yang menarikan tarian ini. Dengan makna yang terkandung dalam tarian tersebut yaitu untuk mengajarkan kita saling bekerja sama dengan orang lain.

Hal ini dapat terlihat dari gerakan yang sangat kompak, dinamis dan juga ceria. Dalam menarinya juga diiringi oleh musik yang berjudul dindin badindin yang bermakna ajakan untuk saling bertegur sapa.

3. Tari Lilin

Jika di atas ada tari piring, kali ini ada pula tari lilin. Tarian ini berasal dari cerita rakyat Minang yang menjadi asal usul tari lilin ini. Tari ini menceritakan seorang gadis yang sedang mengalami sebuah masalah saat ditinggal oleh sang kekasih. Gadis tersebut kehilangan cincin tunangan.

Untuk menemukan cincin itu, sang gadis mencarinya dengan menggunakan lilin yang ditempatkan di atas piring. Dengan gerakan yang gemulai saat mencari, menjadikan sumber asal-usul tari lilin ini. Dan untuk pembawaannya tarian ini diiringi oleh musik yang diberikan oleh pemusik.

4. Tari Galombang Minangkabau

Tari Galombang Minangkabau

Seperti namanya, Tari Galombang Minangkabau ini berasal dari daerah Minangkabau. Dimana tarian ini sering digunakan untuk beberapa upacara adat, seperti upacara perkawinan maupun upacara penyambutan tamu.

Untuk menarikan tarian ini diperlukan paling tidak sepuluh orang atau lebih banyak yang terbagi menjadi dua kelompok. Dimana masing masing kelompok berperan untuk mengawal rombongan.

Rombongan ini bisa berupa tamu atau pun tuan rumah yang sedang mengadakan acara penjamuan maka akan di dahulukan oleh para penari. Penari akan melangkahkan kaki bagaikan pemain silat. Setiap membuat langkah maju, pada penari akan bertepuk tangan sehingga gerakannya akan membentuk dua pasukan yang akan berperang.

5. Tari Payung

Tari ini juga berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Ditarikan hingga 8 orang penari yang berpasang-pasangan.

Dari media yang digunakannya, tarian ini melambangkan kasih sayang. Masyarakat sekitar mengatakan bahwa payung merupakan wujud perlindungan dari hujan dan panasnya terik matahari.

Musik pengiring dalam tarian ini berjudul Babendi-bendi ke Sungai. Dan alat musik yang digunakan merupakan alat musik tradisional seperti rebana, akordion, gamelan padang, gendang, dan gong.

6. Tari Rantak

Tari Rantak tarian daerah sumatera barat

Selanjutnya dari kabupaten Kerinci, tarian ini cukup berbeda dengan tarian lain. Tarian ini memiliki gerakan seperti hentakan kaki yang dapat menimbulkan bunyi, dan beberapa gerakan pencak silat.

Tarian ini dapat ditarikan oleh perempuan ataupun laki-laki. Sayangnya, tarian ini semakin lama tergerus perkembangan zaman. Kostum yang digunakan biasanya menggunakan warna tegas seperti merah dengan kostum adat Minangkabau.

Baca Juga :

7. Tari Randai

Jumlah penari dalam tarian ini adalah satu orang, dimana ia akan memberi aba-aba pada teman-teman se-penarinya untuk gerakan selanjutnya. Total penarinya tidak dipastikan, karena tergantung dari cerita rakyat yang akan dibawakan.

Dulunya, tari randai merupakan sebagai media penyampaian cerita rakyat melalui syair yang dilantunkan dan gerakan-gerakan tarian tersebut. Tidak aneh, bila ada sebagian penari yang menambahkan dialog ditengah tarian tersebut. Namun, sayangnya tarian ini sudah jarang dipertontonkan lagi.

8. Alang Babega

Sama seperti tarian sebelumnya, jumlah penarinya tidak dipastikan, namun biasanya tarian ini ditarikan hingga 6 oran bisa laki-laki atau wanita. Tariannya sangat sederhana, dinamis dan atraktif. Para penari akan melentangkan tangan dan seolah sedang mencari mangsa.

Dibandingkan tarian lainnya, tarian ini lebih sering dipertunjukan pada acara seperti pertunjukkan seni, kebudayaan, dan hiburan.

9. Tari Tempurung

Disebut juga tari Galuak,Tarian adat Sumatera Barat masyarakat Kanagarian Batu Manjulur. Seperti namanya, tarian ini ditarikan dengan menggunakan properti tempurung yang diletakkan dalam posisi tertutup di kedua telapak tangan para penari. Sering disajikan dengan iringan musik tradisional, yakni talempong, tambur, dan masih banyak lagi.

10. Tari Turuk Langgai

Tari Turuk Langgai

Turuk Langgai adalah sebutan untuk tarian khas etnis Mentawai. Umumnya tarian-tarian Mentawai menggambarkan tingkah laku hewan, maka dari itu nama nama tarinnya diambil dari nama-nama hewan, seperti tari burung, tari ayam, tari ular, dan lainnya.

Tarian ini diiringi oleh gendang Kajeuma serta uliat. Tarian ini menggambarkan bentuk kegembiraan atas apa saja yang dianggap sebuah kemenangan, kedamaian, atau kabar gembira lainnya


Itulah tadi artikel tentang tarian daerah Sumatera Utara. Dari tarian di atas, manakah yang menarik bagimu? Tentunya semua tarian itu merupakan kekayaan Indonesia yang harus kita lestarikan bersama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed