9 Tarian Daerah Betawi Jakarta Lengkap Dengan Sejarah & Penjelasan!

Tarian Daerah Betawi Jakarta Lengkap Dengan Sejarah Dan Penjelasan! – Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia dan terkenal akan suku Betawi.

Meskipun terkenal akan kota metropolitan dan terkenal akan modernisasi, namun ternyata ada banyak juga tradisi Betawi di jakarta, mulai dari tarian, musik, hingga alat musik.

Untuk tarian daerah, berikut beberapa tarian daerah provinsi jakarta. Mungkin anda ada yang mengetahuinya, dan ada yang belum mengetahuinya. Bagi anda yang belum tahu, simak artikel ini ya!.

Tarian Daerah Betawi Jakarta

1. Tari Topeng Betawi

Pertama ada Tari Topeng ciptaan Kong Djioen dan Mak Kinang, yang merupakan pertunjukan gabungan beberapa kesenian didalamnya, seperti seni lakon, lawak, tari, dan musik. Pada awalnya, kesenian ini ditampilkan dengan ngamen atau berkeliling dengan unsur tari sebagai titik beratnya.

Tarian ini sudah ada sejak tahun 1930 yang diciptakan karena terinspirasi dari Tari Topeng Kecil Cirebon. Maka dari itu, banyak kemiripan pada nama dan topeng-topeng Tari Topeng Betawi dengan Tari Topeng Kecil Cirebon.

Dulu, tarian ini dianggap dapat menghindarkan diri dari mala petaka, namun saat ini, tarian ini berfungsi sebagai sarana hiburan.

2. Yapong

tari yapong

Tari Yapong adalah jenis tarian kontemporer yang melambangkan sukacita dan pergaulan masyarakat. Tarian ini sering dipentaskan dalam berbagai acara masyarakat DKI Jakarta. Meskipun ini adalah tarian DKI Jakarta, namun terdapat juga unsur tarian Sumatera dan tari pop di dalamnya.

Busana yang digunakan pada tari Yapong terinspirasi dari Tari Kembang Topeng yang sudah dimodifikasi. Terdapat pula motif naga dengan warna merah yang mewakili budaya Tionghoa. Untuk alat musik pengiringya merupakan kombinasi alat musik dari Jawa Tengah, Betawi, dan Jawa Barat.

3. Lenggang Nyai

Tari Lenggang Nyai ini terinspirasi dari Kisah Nyai Dasimah, yang kebingungan memilih orang Belanda atau orang Indonesia yang dijadikan sebagai pasangan hidup. Akhirnya orang Belanda yang menjadi pilihan Nyai Dasimah, meskipun setelah menikah ia memberontak karena aturan ketat yang dibuat suaminya.

Makna yang tergantung dalam tarian ini adalah adany kesamaan hak pada perempuan. Musi yang digunakan untuk mengiringi tarian ini adalah Gambang Kromong. Sedangkan Kostum yang digunakan mempunyai ciri khas budaya China dengan warna merah terang.

4. Tari Sirih Kuning

Sirih Kuning adalah tariab yang sering disajikan ketika mengiringi mempelai pengantin. Tepatnya ketika prosesi mempelai laki-laki menyerahkan sirih dare kepada mempelai perempuan. Tarian ini adalah perkembangan dari Tari Cokek asal Banten, walaupun menjadi tarian Jakarta, namun pakaian yang dikenakan para penarinya lumayan kental oleh budaya Tionghoa.

Musik pengiringnya juga Gambang Kromong, dan alat musiknya dominan alat musik Tionghoa. Selain disajikan dalam acara pernikahan, tarian ini juga sering dipertunjukkan sebagai tari penyambutan tamu dan sebagai hiburan.

Baca Juga :

5. Tari Cokek

cokek

Tari cokek merupakan perpaduan budaya antara China, Banten, dan Betawi. Konon, tarian ini sudah ada sejak abad ke 19. Dan pada umumnya, tarian ini membutuhkan 3-5 penari perempuan serta beberapa laki-laki yang bertugas pengiring musik.

Tarian ini hampir mirip dengan Tari Ronggeng asal Jawa Tengah dan Tari Sintren dari Cirebon. Hal tersebut terlihat dari para penari yang bisa mengajak penonton untuk menari bersama-sama. Perbedaannya hanya terletak pada iringan musik Gambang Kromong yang digunakan pada Tari Cokek.

6. Japin Betawi

Selanjutnya ada Tari Japin, yang menjadi salah satu tarian yang berkembang di Indonesia dengan jenis Zapin. Tarian Zapin ini adalah salah satu tarian terkenal di Indonesia, namun di berbagai daerah namanya berbeda. Di jakarta namanya sendiri Japin.

7. Ronggeng Blantek

tari ronggeng blantek

Selanjutnya ada Tarian Ronggeng Blantek yang sering ditunjukkan sebagai pembuka pertunjukan pada Teater rakyat Betawi Topeng Blantek. Tarian daerah betawi Jakarta yang satu ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Penarinya terdiri dari 4-6 orang perempuan, dan busana yang dikenakan berhias payet, selendang.

Alat musik pengiringnya perpaduan dari tehyan, simbal, gong, gendang, baritone, trombone, dan terompet.

8. Blenggo

Tari Blenggo merupakan salah satu tarian daerah yang gerakannya sama seperti gerakan silat. Maka dari itu, penarinya dituntut harus menguasai berbagai gerak yang ada pada silat. Ketika menari, para penari menggunakan busana serba hitam dan dilakukan oleh laki-laki.

9. Lambang Sari

Terakhir ada Tari Lambang sari, yang merupakan tarian daerah DKI Jakarta kreasi Wiwiek Widiastuti, dan terinspirasi dengan cerita Bapak Jantuk dalam kesenian Topeng Betawi. Bapak Jantuk Mengisahkan kesenangan dalam mengasuh anak.

Jadi itulah beberapa tarian daerah betawi jakarta beserta sejarah dan penjelasannya lengkap. Tarian mana yang menurut anda paling unik?, tulis di kolom komentar ya!.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa kembali lagi ya!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *