Perbedaan Daftar Pustaka Dan Catatan Kaki, Lengkap!

Perbedaan Daftar Pustaka Dan Catatan Kaki, Lengkap! – Baik daftar pustaka maupun catatan kaki, dua istilah ini sering kita temukan pada akhir sebuah buku, berbagai jenis buku. Tidak sedikit yang berpendapat bahwa dua istilah ini sama, tapi ternyata keduanya tidak sama.

Bagi kalian yang belum paham, cocok sekali, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan mengenai perbedaan dari kedua hal ini lengkap mulai dari pengertian hingga ciri-cirinya. Yuk simak artikel ini dengan seksama!.

Perbedaan Daftar Pustaka Dan Catatan Kaki

A. Pengertian

1. Daftar Pustaka

daftar pustaka

Adalah suatu daftar yang berisi buku, makalah, jurnal, dan lain sebagainya yang isinya dikutip langsung ataupun tidak langsung ke dalam suatu karangan.

2. Catatan Kaki

catatan kaki

Merupakan sebuah catatan dari teks yang dikutip yang biasanya diletakkan di bawah karangan. Ini tidak hanya terkandung di dalam karangan ilmiah dan semi ilmiah, catatan kaki juga bisa ditemukan pada beberapa jenis-jenis karangan non ilmiah, seperti novel, cerpen, dan esai.

B. Ukuran Huruf

  • Daftar Pustaka : Ukuran hurufnya sama dengan ukuran pada teks tulisan.
  • Catatan Kaki : Ukuran tulisan lebih kecil dari teks yang ditulis.

C. Letak Penulisan

  • Daftar Pustaka : Biasanya ditulis pada bagian belakang atau akhir sebuah karangan. Jika daftar pustaka lebih dari satu sumber, maka ditulis secara berurutan berdasarkan abjad nama pengarangnya.
  • Catatan Kaki : Ditulis di bagian paling bawah suatu karangan.

D. Nama Pengarang

  • Daftar Pustaka : Nama pengarang yang berjumlah satu orang wajib ditulis nama belakangnya terlebih dahulu, baru kemudian ditulis nama depannya.
  • Catatan Kaki : Nama pengarang ditulis nama depannya, lalu kemudian disusul dengan nama belakangnya.

E. Contoh Penulisan

  • Daftar Pustaka : Agusti, Wawan. 2020. Pendidikan Sosial.Jombang: Jawa Pos
  • Catatan Kaki : Wawan Agusti, Pendidikan Sosial(Jombang:Jawa Pos,2020), hal.18-20.

F. Tanda Pemisah

  • Daftar Pustaka : Menggunakan titik
  • Catatan Kaki : Menggunakan koma

G. Urutan Penulisan

  • Daftar Pustaka :
    • Nama ditulis terbalik, dan diurutkan sesuai abjad
    • Tahun Terbit
    • Judul Buku (ditulis Miring)
    • Tempat Terbit
    • Nama Penerbit
  • Catatan Kaki :
    • Nama penulis atau pengarang (tidak dibalik)
    • Judul buku
    • Tempat diterbitkan
    • Nama penerbit
    • Tahun terbitan ditulis di dalam kurung
    • Menyertakan nomor halaman tempat informasi yang dicatat berada.

Baca Juga :

Kesimpulan

Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki persamaan yakni untuk memudahkan pembaca menemukan informasi mengenai pengarang buku. Karena, meskipun jarang diulas, kedua hal ini merupakan hal yang sangat penting.

Selain itu, fungsi daftar pustaka dan catatan kaki untuk mencegah adanya tindakan pelanggaran hak cipta. Bayangkan jika kalian menerbitkan buku tanpa mencantumkan daftar pustaka maupun catatan kaki, tidak mustahil bahwa suatu saat buku kalian diklaim oleh pihak lain.

Oke, itulah artikel mengenai perbedaan daftar pustaka dan catatan kaki (footprint). Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita semua. Semoga bermanfaat ya!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed