Pengertian Tritura : Latar Belakang, Tujuan, Isi, Supersemar, Tokoh

Pengertian Tritura : Latar Belakang, Tujuan, Isi, Supersemar, Tokoh – Selain trikora, ada sebuah istilah lain bernama Tritura yang tidak kalah fenomenal.

Merupakan sebuah gerakan yang terjadi ketika awal awal naiknya presiden kedua RI, yakni Soeharto dan menandakan masa berakhirnya kekuasaan presiden soekarno serta hilangnya pengaruh PKI dari politik Indonesia.

Keamanan, politik, dan ekonomi pada saat itu sangat parah dan menimbulkan kemarahan rakyat. Dan itu menimbulkan suatu tuntutan yang bernama Tritura, lebih lengkapnya ikuti penjelasan berikut!.

Pengertian Tritura

A. Latar Belakang Dan Isi

presiden soekarno

Ketika gelombang demonstrasi menuntut pembubaran PKI semakin keras, pemerintah tidak segera mengambil tindakan,. Keadaan negara pada saat itu juga sudah sangat parah, baik dari segi ekonomi maupun politik.

Harga barang naik sangat tinggi terutama BBM( Bahan bakar minyak). Oleh karena itu, tanggal 12 Januari 1966, KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), dan KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia) mempelopori kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila dan mendatangi DPR-GR untuk menuntut Tritura.

Berikut Isi Tritura :

  • Pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya
  • Perombakan kabinet Dwikora
  • Turunkan harga pangan

B. Aksi Aksi

Naiknya Letnan Jenderal Soeharto ke kursi kepresidenan tidak dapat dilepaskan dari peristiwa G30S PKI tahun 1965. Ini merupakan peristiwa yang menjadi titik awal berakhirnya kekuasaan Presiden Soekarno dan hilangnya kekuatan politik PKI.

Peristiwa tersebut telah menimbulkan kemarahan rakyat, karena keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau, perekonomian sangat buruk, dimana inflasi mencapai 600%, sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat.

Dan hal itu menimbulkan banyak aksi kesatuan pemuda-pemuda yang dipelopori oleh :

  • Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI)
  • Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI)
  • KASI (Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia)
  • Kesatuan Aksi Wanita Indonesia ( KAWI)
  • Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI)
  • KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia)

Tuntutan rakyat agar Presiden Soekarno membubarkan PKI ternyata tidak dipenuhi. Untuk menenangkan rakyat, Presiden Soekarno mengadakan perombakan Kabinet Dwikora menjadi Kabinet 100 Menteri, yang ternyata belum juga memuaskan hati rakyat karena di dalamnya masih ada banyak tokoh alumni peristiwa G30S PKI.

Pada saat pelantikan Kabinet 100 Menteri pada tgl 24 Februari 1966, para mahasiswa, dan pemuda memenuhi jalan menuju Istana Merdeka.

Dan aksi tersebut dihadang oleh pasukan Cakrabirawa, sehingga menimbulkan bentrok antara pasukan Cakrabirawa dengan para demonstran yang menyebabkan gugurnya mahasiswa UI bernama Arief Rachman Hakim.

Baca Juga :

C. Tujuan Tritura

  • Presiden Soekarno mengeluarkan perintah harian, agar seluruh komponen waspada tentang usaha pembrontakan.
  • KAMI dan KAPPI menuntut isi tritura harus segera direlasasikan.
  • Merongrong kepemimpinan dan kebijakan Presiden.
  • Memperhebat pengganyangan terhadap Nekolim serta proyek British Malaysia

D. Dampak

  • Positif :
    • Semua kalangan masyarakat Indonesia dan gerakan aksi pemuda mahasiswa segera ingin merealisasikan isi tritura.
    • Pembubaran PKI dan organisasinya.
    • Pembersihan kabinet Dwikora.
  • Negatif
    • Aktivis HAM mengecam aksi-aksi kabinet, karena terjadi peristiwa pelanggaran HAM di dalam aksi itu.

E. Supersemar

Surat Perintah Sebelas Maret atau yang disingkat Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada 11 Maret 1966.

Supersemar berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi buruk pada saat itu.

Surat ini merupakan versi yang dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah. Beberapa Sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat banyak versi supersemar, sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor.

F. Tokoh

  • Brigjen Soepardjo
  • Chaerul Saleh
  • D.N. Aidit
  • Ibnu Parna
  • Ir. Sakirman
  • Letkol Untung Syamsuri
  • Lettu Doel Arif
  • Lukman Njoto
  • M.H. Lukman
  • Muhammad Arief
  • Sudisman
  • Syam Kamaruzzaman
  • Trubus Soedarsono
  • Wikana

Oke, jadi itulah materi singkat tentang Pengertian Tritura, dengan membaca artikel di atas, saya berharap kita semua bisa memilih memahami sejarah Indonesia di era orde lama.

Jika ada pertanyaan, tulis di kolom komentar ya!, semoga bermanfaat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *