Pengertian Teks Anekdot Dan Contohnya, Struktur, Ciri Lengkap

Pengertian Teks Anekdot Dan Contohnya, Struktur, Ciri Lengkap – Dalam bahasa Indonesia, kalian pasti pernah mendengar teks anekdot. Dulu, jenis teks ini sering ditemui pada surat kabar seperti koran dan majalah, namun sekarang seiring perkembangan zaman, jenis teks ini bisa kita temui dalam media sosial.

Lalu, apa sih teks anekdot itu?. Tenang saja, pada artikel kali ini, disini saya akan merangkum lengkap mengenai teks anekdot lengkap dengan contoh, ciri dan strukturnya lengkap, yuk simak bareng-bareng!.

Pengertian Teks Anekdot Dan Contohnya

A. Pengertian

Teks anekdot adalah sebuah cerita singkat yang memiliki unsur lucu, namun memiliki kandungan yang bermaksud untuk melakukan kritikan. Biasanya, kritikan dalam teks anekdot semisal pada layanan publik di bidang hukum, politik, lingkungan dan sosial.

Atau merupakan sebuah karangan cerita yang bisa saja berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek, dan lucu tentang berbagai topik. Perlu diketahui bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan tentang cerita lucu, namun juga berisikan amanat, pesan moral, dan ungkapan tentang suatu kebenaran.

B. Ciri

Berikut beberapa ciri teks anekdot yang membedakannya dengan teks lain :

  • Bercerita tentang karakter hewan dan manusia
  • Bersifat humor/lelucon, artinya teks anekdot berisikan cerita lucu atau bualan.
  • Hampir menyerupai dongeng
  • Menyindir dan memiliki tujuan tertentu
  • Mungkin saja mengenai orang penting
  • Sifatnya menggelitik, artinya teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan cerita yang ada dalam teks.

C. Struktur

struktur teks anekdot

Berikut struktur teks anekdot yang wajib diketahui :

  • Abstraksi, yaitu suatu bagian awal dari paragraf yang memiliki fungsi untuk dapat memberikan gambaran yang sangat jelas tentang isi teks anekdot tersebut.
  • Orientasi. Artinya suatu kondisi dimana kejadian berawal.
  • Event. Untuk menceritakan suatu rangkaian peristiwa atau kejadian
  • Krisis. Permasalahan utama yang terdapat dalam teks anekdot atau memunculkan masalah.
  • Reaksi. Memunculkan reaksi untuk dapat menyelesaikan masalah yang timbul dalam krisis.
  • Koda, merupakan bagian yang menutup cerita dalam teks anekdot.

D. Tujuan

Tujuan teks ankdot merupakan latar belakang bagi pengarang atau penulis untuk menulis sebuah teks tersebut. Berikut beberapa tujuan penulisan teks anekdot :

  • Menghibur pembaca
  • Menggambarkan suatu karakter atau sikap dengan ringan dan singkat sehingga pembaca dapat ikut dalam sebuah kilasan permohonon yang mengarah langsung pada intinya.

Baca Juga :

E. Kaidah

Teks anekdot memiliki kaidah kebahasaan yang berbeda dari teks lainnya. Berikut kaidah – kaidah teks anekdot :

  • Menggunakan waktu lampau, contohnya : saya tidak bisa tidur semalaman
  • Menggunakan pernyataan rotoris, contohnya : apa kamu tahu?
  • Memakai konjungsi atau kata penghubung, contohnya : kemudian, tiba – tiba, daripada, dan konjungsi lainnya.
  • Memakai kata kerja, contohnya : pergi, berlari, menulis, dan lainnya.
  • Menggunakan kalimat perintah, contohnya  : carilah, mandilah, duduklah, dan sebagainya.
  • Memakai kalimat seru.
  • Dibuat secara kronologis, atau berurutan

F. Jenis – Jenis Teks Anekdot

1. Teks Anekdot Lisan

Ini lebih mendekati sebuah singkatan, namun singkatan lelucon. Berikut contohnya :

  • KUDIS : Kurang Disiplin
  • PUCAT : Pulang Cepat
  • CLBK : Chat lama, beli kagak
  • KIMIA : Ku ingin miliki Dia
  • BIMOLI : Bibir Monyong Lima Senti
  • Dan masih banyak lainnya

G. Contoh Teks Anekdot

contoh teks anekdot

1. BODREX MANIA

Suatu hari di bulan Ramadhan, ada seorang kakek yang secara mendadak mengalami sakit kepala. Kakek tersebut pun tanpa merasa berdosa, segera meminum obat pereda nyeri kepala bermerek Bodrex. Sang cucu pun menegor kakeknya.

Cucu berkata, “Kakek, saat ini kan puasa, mengapa kakek meminum obat?”. Si kakek dengan wajah polosnya hanya menjawab, “Lho itu obat Bodrex Cu, jadi bisa diminum kapan saja”. Cucu itu pun hanya bisa geleng-geleng kepala.

Sumber : mypurohith.com

2. Sedekah

Alkisah, ada seorang pengemis tua yang sedang meminta-minta pada seorang anak muda. “Nak, sedekahnya, Nak,” kata pengemis tersebut.

Anak muda itu lalu mengambil uang sepuluh ribuan dari sakunya. “Kembalikan lima ribu ya, Pak,” harapnya.

Bapak pengemis kemudian menjulurkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini, Nak, kembaliannya”. “Lho, Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, banyak amat?” tanya si pemuda, heran. “Oh, nggak apa-apa, Nak. Anggap saja saya sedekah”.

Sumber : notepam.com

Jadi itulah materi singkat tentang pengertian teks anekdot dan contohnya lengkap dengan ciri, jenis, kaidah lengkap. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita semua ya!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *