Pengertian Sosialisasi Keluarga, Manfaat, Ruang Lingkup, Dan Contohnya

Pengertian Sosialisasi Keluarga, Manfaat, Ruang Lingkup, Dan Contohnya –  Sosiologi keluarga merupakan salah satu cabang dalam objek kajian sosiologi. Sudah kita ketahui sendiri bahwa keluarga adalah lingkungan pertama bagi manusia untuk melakukan sosialisasi.

Mulai dari penenaman nilai sosial, norma sosial, sosialiasi, interaksi, dan lain sebagainya dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, pada artikel ini akan kita bahas lengkap tentang kajian sosialisasi keluarga lengkap. Bagi anda yang kepo, langsung saja ikuti artikel ini sampai selesai!.

A. Pengertian Sosialisasi Keluarga

Keluarga berasal dari Bahasa Sanseketra kulawarga. yang berarti ras, warga, atau anggota. Jadi secara singkat, sosialisasi keluarga adalah sosialisasi yang berhubungan dengan hubungan darah, perkawinan, bahkan melalui sistem adopsi atau anak angkat.

Sosialisasi keluarga merupakan sosialisasi dasar yang dibutuhkan setiap manuisa. Atas dasar sosialisasi inilah yang membentuk semua dasar akhlak manusia.

Maka dari itu, biasanya seorang individu baru akan cenderung mengikuti sifat orang tua atau anggota keluarga lainnya yang masih memiliki hubungan darah.

Pengertian Sosialisasi Keluarga Menurut Para Ahli

  • Salvicon dan Celis : Sosiologi keluarga adalah studi pengetahuan yang fokus pada kajian interaksi keluarga dalam perannya masing-masing, sehingga menimbulkan konsekuensi untuk mempertahankan kebudayaan melalui lembaga terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.
  • E.M. Duval : Ilmu pengetahuan yang mengulas tentang aspek langkah demi langkah dalam kehidupan keluarga, yaitu dari fase menjalin hubungan, pemilihan jodoh, pembentukan keluarga (menikah) sampai memberikan fungsi keluarga secara menyeluruh dalam perubahan sosial di masyarakat.
  • Sigmund Freud : Ilmu yang mempelajari tentang terbentuknya keluarga karena adanya perkawinan pria dan wanita yang secara sah di mata hukum agama serta negara melakukan peranannya untuk pembentukan generasi dengan perkawinan.

B. Ciri Ciri Sosialisasi Keluarga

keluarga

  • Sosiologi keluarga memiliki ciri khas yang universal dalam mengkaji problematika keluarga yang ada di tengah kehidupan masyarakat.
  • Sosiologi keluarga mengarah pada bentuk rasionalitas dalam berfikir manusia. Hal ini dilakukan dengan banyaknya kajian sosial yang menghubungkan antara tindakan manusia dengan pikiran yang dimilikinya.
  • Dibentuk sesuai dengan pengalaman dan tindakan masyarakat melalui suatu penelitian sosial yang empiris dan analisis.

Baca Juga :

C. Ruang Lingkup Sosialisasi Keluarga

Ruang lingkup sosialisasi keluarga terdiri dari 4 pola seperti berikut ini :

Pola Hubungan Dalam Keluarga

  • Setiap individu dalam keluarga tentu saja saling berinteraksi satu sama lain dan juga dengan lingkungannya. Interaksi sosial tersebut membentuk kerjasama, persaingan, dan konflik.

Sistem Keluarga

  • Sistem keluarga mempunyai dua tujuan baik implisit maupun eksplisit, yang berbeda berdasarkan tahapan dalam siklus hidup keluarga, nilai keluarga dan kepedulian individual anggota keluarga.

Pola-Pola Keluarga

  • Pola ini bisa dilihat pada besar kecilnya keluarga, organisasi keluarga, aktifitas keluarga, serta kajian pada penerapan nilai-nilai keluarga.

Faktor Eksternal Keluarga

  • Faktor terakhir meliputi tentang, kedudukan sosial ekonomi, lingkungan sosial seperti lingkungan yang terjadi melalui pendidikan, tetangga, tempat kerja, dan lembaga sosial.

D. Manfaat

  • Memberikan pola tindakan di dalam sebuah keluarga dikaji dalam sosiologi sehingga dengan adanya hal ini interaksi yang terjalin dalam keluarga dapat menciptakan sebuah keharmonisan dan meminimalisir bentuk penyimpangan sosial yang akan terjadi di masyarakat.
  • Mengarahkan untuk membentuk maupun membina sebuah keluarga.

E. Contoh

  • Kenakalan remaja yang terjadi dalam lingkungan, seperti halnya merokok, minum minuman keras, hal tersebut tidak luput dari faktor sosialisasi keluarga seperti ajaran yang tidak baik oleh anggota keluarga, seperti meniru kakak atau ayahnya yang merokok, maka sang anak ikut merokok juga.
  • Kasus perceraian yang terjadi antara Suami dan Istri adalah salah satu faktor yang bisa menyebabkan perubahan psikologis bagi seorang anak.

Jadi pada ulasan di atas, keluarg adalah tempat pertama yang dimulai untuk bersosialisasi, membentuk karakter, dan pelajaran dasar lainnya.

Ajari anggota keluarga baru, contohnya anak kita menjadi orang yang berkarakter baik. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa berkunjung kembali!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *