oleh

Pengertian Pasar Oligopoli : Ciri – Ciri, Jenis, Tujuan, Contoh Lengkap

Pengertian Pasar Oligopoli : Ciri – Ciri, Jenis, Tujuan, Contoh – Dalam perdagangan, ada istilah yang dikenal dengan pasar oligopoli. Meskipun sering disebutkan, tetapi masih banyak pebisnis pemula yang tidak mengetahui apa sebenarnya pengertian dari istilah tersebut.

Bagi anda yang belum tahu apa itu pasar oligopoli, ciri – ciri, jenis, dan contohnya, berikut artikel lengkap tentang apa itu pasar oligopoli, cirinya, jenis, contoh, hingga tujuannya. Simak baik baik ya!.

A. Pengertian Pasar Oligopoli

Pasar Oligopoli adalah pasar persaingan yang tidak sempurna. Disebut demikian karena di dalam pasar tersebut jumlah produsen dan pedagang tidak sebanding dengan jumlah konsumen.

Untuk kelanggengan usaha pasar oligopoli aktivitas pemasaran dan promosi produk harus terus ditingkatkan. Ini untuk mencegah perpindahan konsumen ke produk yang lain yang bisa mengakibatkan omzet penjualan menurun.

Contohnya seperti produk rokok. Di Indonesia, angka perokok aktif sangatlah tinggi. Jika kita bandingkan dengan perusahaan yang memproduksi rokok, jumlah produsen sangat tidak sebanding dengan banyaknya konsumen.

B. Ciri Ciri

1. Produk yang Dijual Seragam

Dalam pasar oligopoli, produk yang dijual seragam. Selain itu, sifatnya juga saling menggantikan satu sama lain. Rokok yang dianggap tidak laris di pasaran bisa digantikan oleh rokok lainnya. karena alasan inilah produk rokok disebut produk yang dipasarkan di pasar jenis oligopoli ini.

2. Kebijakan Produsen Utama Menjadi Acuan

Kebijakan produsen utama dari pasar oligopoli biasanya dijadikan acuan oleh produsen lainnya. Misalkan, harga, sistem penjualan, produksi perusahaan cabang wajib mengikuti peraturan dari perusahaan induk.

3. Memiliki 2 Produsen atau Lebih

Seperti yang sudah saya singgung ddi atas, pasar oligopoli sendiri dijalankan oleh banyak produsen.

4. Harga Barang Hampir Sama

Barang yang dijual dalam pasar oligopoli memiliki harga yang hampir sama satu dengan lainnya. Perbedaan harga antara masing-masing produk terbilang sangat tipis, sehingga seperti tidak ada perbedaan harga bagi para konsumen.

5. Produsen Baru Sulit Masuk

Produsen yang baru saja masuk akan sangat sulit untuk bersaing di pasar oligopoli. Hal ini karena produsen utama sudah memainkan harga produk, sehingga produsen baru akan kesulitan untuk bersaing dengan harga produsen yang sudah ada.

7. Strategi Pemasaran Harus Matang

Strategi pemasaran dalam pasar oligopoli juga harus matang. Karena sedikitnya jumlah produsen dan produk yang tidak terlalu banyak, maka persaingan menjadi lebih ketat pastinya. Untuk menghindari konsumen berpindah ke produk lain, maka promosi dan pemasaran harus gencar dilakukan.

C. Jenis

Pasar oligopoli juga memiliki banyak jenis, berikut ini jenis jenisnya :

1. Pasar Oligopoli Murni (Homogen)

Pasar jenis ini seperti dijelaskan di awal, dalam oligopoli homogen, barang yang dipasarkan hanya memiliki satu macam, meskipun memiliki banyak varian atau pilihan.

Selain itu, perbedaan harga di antara satu produk dan produk lainnya juga tidak terpaut jauh. Pasar oligopoli murni memiliki kecenderungan untuk berpatok pada produsen utama. Jadi, produsen cabang mengikuti kebijakan dan keputusan yang diambil oleh produsen utama.

2. Pasar Oligopoli Terdiferensiasi

Yani jenis pasar oligopoli yang menjual barang hanya satu macam, namun harganya tidak perlu menyesuaikan dengan harga produsen utama atau lainnya.

Contoh produk pasar jenis ini adalah smartphone. Kita tahu, produk smartphone tidaklah banyak, namun produk ini memiliki banyak konsumen. Untuk harga jualnya, ponsel yang sama memiliki harga yang berbeda dari satu tempat dengan dengan yang lain.

3. Pasar Oligopoli Kolusi

Merupakan pasar yang di mana para produsen bekerja sama ketika mereka hendak menaikkan harga produk atau tetap membiarkan harganya stagnan.

Baca Juga :

4. Pasar Oligopoli Non Kolusi

Yakni pasar yang jika terdapat produsen yang ingin memainkan harga, maka produsen tersebut perlu melihat perkembangan produsen lainnya sebagai kompetitor usaha. Dengan tujuan agar tetap berkembang dan produsen lain tidak dapat mengikuti jejaknya.

D. Tujuan

  • Konsumen bisa menentukan sendiri produk yang mereka inginkan.
  • Meningkatkan kesadaran produsen untuk meningkatkan kualitas produk serta memenuhi kebutuhan konsumen.
  • Mengingatkan produsen untuk terus membuat produk yang lebih baik dari sebelumnya.
  • Berusaha meningkatkan kinerja lebih baik kedepannya.

E. Contoh

Berikut contoh-contoh perusahaan yang bergerak dalam pasar oligopoli :

  • Industri Kendaraan Bermotor
  • Industri Semen
  • Jasa Penerbangan
  • Layanan Telekomunikasi
  • Rokok
  • Industi Kertas
  • Industri Smartphone

F. Kelebihan dan Kelemahan Jenis Pasar Oligopoli

Kelebihan

  • Produsen bisa fokus memperbaiki jenis produknya, jenis produknya yang seragam ini membuat produsen tidak perlu bingung bingung membuat jenis produk lainnya.
  • Tidak adanya persaingan harga, jika ada, harga tidak terlalu berbeda.

Kelemahan

  • Sulitnya produsen baru mengikuti kebijakan produsen utama/lama.
  • Wajib memiliki strategi marketing yang bagus.
  • Produsen utama cenderung menguasai pasar.

Nah, jadi itulah pembahasan lengkap tentang pengertian pasar oligopoli lengkap dengan ciri, jenis, tujuan, dan contohnya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita semua!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *