oleh

Pengertian Medan Magnet : Konsep, Sifat, Rumus Lengkap

Pengertian Medan Magnet : Konsep, Sifat, Rumus Lengkap – Medan Magnet memiliki banyak fungsi, contohnya medan magnet bumi yang berguna menahan atmosfer di tempat serta melindungi manusia dari radiasi kosmik yang berbahaya.

Menurut para ahli, banyak letak medan magnet ini bisa berubah dalam periode waktu tertentu. Lantas, apa itu medan magnet?, bagaimana sifat, dan rumusnya?, berikut ulasannya lengkap!.

A. Pengertian Medan Magnet

Dalam ilmu fisika, medan magnet merupakan sebuah medan yang terbentuk dengan cara menggerakan benda bermuatan listrik yang menimbulkan adanya gaya magnet.

Putaran mekanika kuantum yang berasal dari sebuah partikel akan membentuk medan magnet yang mana putaran tersebut dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik, itulah yang membuat medan magnet dari feromagnetik permanen.

Sebuah medan magnetik adalah medan vektor, yakni berkaitan dengan setiap titik pada ruang vektor yang bisa berubah menurut waktu. Arah dari medan magnet adalah seimbang dengan arah jarum kompas yang diletakkan pada medan tersebut.

B. Sifat Magnet

Tentu saja medan magnet tidak lepas dari kata magnet, dan magnet ini memiliki beberapa sifat, diantaranya :

  • Kutub magnet yang sejenis akan saling tolak menolak.
  • Gaya magnet bisa menembus benda.
  • Kutub yang berlainan akan saling tarik menarik.
  • Magnet hanya bisa menarik benda yang berada di sekitarnya dan memiliki sifat magnet, contohnya besi dan baja.
  • Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara serta kutub selatan.
  • Sifat kemagnetan pada suatu benda dapat dilemahkan maupun dikuatkan.
  • Medan magnetik dapat membentuk gaya magnet.

Jika ada benda yang dapat ditarik oleh magnet, tentu saja ada juga benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, berikut pengelompokannya :

  • Benda Magnetik : Adalah semua benda yang bisa tertarik oleh magnet, contohnya : nikel.
  • Benda Non Magnetik : Semua benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya : kayu, kertas, karet.
  • Paramagnetik : Merupakan benda yang dapat ditarik oleh magnet, namun pengaruhnya lemah.
  • Diamagnetik : Jenis logam yang tidak dapat tertarik oleh magnet, seperti : perak, emas, dan tembaga
  • Faromagnetik : Semua benda yang bisa tertarik magnet dengan sangat kuat, seperti : besi, baja, kobalt, nikel.

Baca Juga :

C. Konsep Gaya Magnet

Awalnya, kata magnet berasal dari bahasa Yunani, yaitu magnitis lithos yang berarti batu Magnesian. Magnesian merupakan sebuah nama wilayah di Yunani kuno yang sekarang bernama Manisa. Di daerah tersebut, banyak kandungan magnetnya.

Magnet terbuat dari logam seperti baja dan besi, dan memiliki berbagai bentuk. Nama setiap magnet biasanya diambil dari bentuk magnet itu sendiri.

Kuat/lemahnya kekuatan medan magnetik tergantung dari jarak medan terhadap sebuah titik berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari magnet.

Kekuataan yang terjadi pada kutub magnet baik itu kutub selatan maupun kutub utara yang ditempatkan dalam medan magnet disebut sebagai intensitas medan magnet. Sementara, arus – arus yang membentuk pola lengkungan dalam medan magnetik disebut sebagai garis – garis gaya magnet.

Untuk penentuan kutub magnet batang dapat kita ketahui dengan menggunakan percobaan sederhana, seperti:
Letakan magnet batang pada atas gabus kemudian apungkan dalam permukaan air. Sehingga ujung magnet yang menunjuk menuju arah utara ialah kutub utara magnet, dan ujung magnet yang menunjuk arah selatan adalah kutub magnet selatan.

Dua kutub magnet tersebut selalu ada pada setiap magnet meski magnet itu kita potong atau kita jadikan bentuk lain.

D. Visualisasi Medan Magnet

1. Menggunakan Garis

Setiap vektor yang kita sambungkan pada suatu garis tak terputus serta banyaknya garis bisa kita buat sebanyak mungkin.

Cara ini menjadi cara yang paling sering digunakan untuk menggambarkan sebuah medan magnetik.

2. Dengan Matematika Sebagai Vektor

Setiap vektor dalam setiap titik yang bentuknya panah tersebut mempunyai arah serta besarannya tergantung dari besar gaya magnetik dalam titik tersebut.

E. Sifat Garis Garis Gaya Magnet

  • Medan magnet selalu mempunyai arah kutub Utara (N) menuju Selatan (S).
  • Garis magnet bisa kita visualisasikan secara nyata.
  • Setiap garis tidak akan pernah berpotongan antara satu sama lain.
  • Garis – garis magnet tidak bermulai maupun berhenti dari mana pun, melainkan garis tersebut akan membentuk sebuah lingkaran tertutup serta tetap menyambung pada material magnet.
  • Garis akan semakin rapat di area yang nilai medan magnetnya semakin besar.

F. Rumus Dan Pengukuran Medan Magnet

1. Rumus Medan Magnet

rumus medan magnet

Keterangan :

  • I = Besar arus listrik.
  • r = jarak dari kabel.
  • π0 = konstanta permeabilitas (π0 = 4π x 10-7Tm/A).

2. Rumus Besar Arus Listrik

I = B 2πr/ μ

Keterangan :

  • B = Besar medan magnet (T).
  • μ = Konstanta permeabilitas (4π 10-7 Tm/A).
  • I = Arus listrik (A).
  • r = Jarak dari kabel (m).

Untuk menentukan arah medan magnet, kalian bisa memakai prinsip tangan kanan. Ibu jari adalah arah aliran listrik serta jari -jari lainnya akan menunjukkan arah medan magnetik di sekitar kabel.

Nah, jadi itulah pengertian medan magnet lengkap dengan penjelasannya?. Masih bingung?, poin nomor berapa yang belum anda pahami?, tuliskan pada kolom komentar ya!.

Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *