Pengertian Kebijakan Fiskal : Tujuan, Jenis, Dan Macamnya

Pengertian Kebijakan Fiskal : Tujuan, Jenis, Dan Macamnya – Adalah suatu yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari hari baik di televisi, ponsel, maupun media lainnya.

Bagi anda yang belum mengerti tentang apa itu kebijakan fiskal dan penjelasannya, yuk langsung saja simak ulasan berikut ini!.

A. Pengertian Kebijakan Fiskal

Defisini kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan cara mengurangi maupun meningkatkan pendapatan serta belanja negara guna mencapai tujuan yang diharapkan.

Tujuan tersebut bisa seperti mencapai pertumbuhan ekonomi yang sudah ditargetkan atau mengurangi jumlah penganguran, ataupun tujuan lainnya.

B. Instrumen

Instrumen kebijakan fiskal adalah pengeluaraan dan penedapatan pemerintah yang berkaitan erat dengan pajak. Artinya, jika tarif pajak diturunkan maka kemampuan dari daya beli dalam masyarakat akan meningkat otomatis serta industri pun dapat meningkatkan jumlah penjualannya, dan begitupun sebaliknya.

Baca Juga :

C. Jenis – Jenis

1. Ekspansif

Artinya, kebijakan fiskal jenis ini dirancang dengan tujuan untuk merangsang ekonomi, kebijakan ini paling sering manfaatkan selama waktu resesi, pada saat pengangguran mencapai angka yang tinggi atau pada saat periode siklus bisnis sedang rendah.

Kebijakan ini juga mewajibkan pemerintah agar membelanjakan lebih banyak uang maupun menurunkan pajak, tujuannya adalh untuk memberikan lebih banyak uang kepada konsumen sehingga konsumen akan terus membelanjakan lebih banyak sehingga akan merangsang pertumbuhan ekonomi.

2. Kontraksional

Kebijakan fiskal jenis ini digunakan guna memperlambat laju pertumbuhan ekonomi, contohnya pada saat inflasi tumbuh pesat.

Hal ini adalah kebalikan dari kebijakan fiskal ekspansif, dimana kebijakan fiskal kontraktif akan meningkatkan pajak serta memotong pengeluaran, sedangkan kebijakan fiskal kontraksional adalah kebijakan yang fokus untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi.

3. Kebijakan Fiskal Berdasarkan Teori :

  • Kebijakan anggaran pembiayaan fungsional : bertujuan untuk mengatur pengeluaran oleh pemerintah dengan cara memperhatikan pengaruhnya terhadap peningkatan dalam hal kesempatan kerja.
  • Pengelolaan anggaran : mengatur pengeluaran pemerintah, penerimaan pajak serta pembiayaan guna mencapai laju perekonomian yang stabil.
  • Kebijakan stabilisasi anggaran otomatis : mengatur jumlah pengeluaran pemerintah dengan cara menimbang serta menganalisa biaya dan juga manfaat dari berbagai macam pengeluaran yang digunakan.

4. Kebijakan Fiskal dari Jumlah Penerimaan & Pengeluaran :

Anggaran Seimbang

Adalah anggaran akan disusun dengan jumlah total pendapatan sama dengan jumlah pengeluaran total sehingga nantinya stabilitas ekonomi bisa terjaga.

Anggaran Dinamis

Merupakan anggaran yang selalu meningkat daripada anggaran pada tahun sebelumnya. Hal tersebut dilakukan dengan upaya meningkatkan pendapatan serta melakukan penghematan dalam sisi pengeluaran, sehingga tabungan dari pemerintah bisa meningkat dengan cepat.

Anggaran Defisit

Adalah anggaran yang disusun dari jumlah pengeluaran yang lebih besar dibandingkan oleh pendapatan negara. Hal ini biasanya diatasi dengan beberapa kebijakan yang berlaku, seperti: menciptakan uang baru, melakukan pinjaman atau hutang.

Anggaran Surplus

Ialah anggaran yang cirinya dimana jumlah pendapatan lebih besar dibangdingkan dengan jumlah pengeluaran total oleh pemerintah.

D. Macam – Macam Komponen Kebijakan Fiskal

1. Kebijakan Perpajakan

Melalui kebijakan fiskalnya, pemerintah memperoleh pemasukan dari pajak secara langsung maupun tidak langsung. Keputusan perpajakan memang sangat penting terhadap laju ekonomi sebab ada dua alasan, yakni :

  • Tarif pajak yang lebih tinggi dari biasanya akan mengurangi daya beli masyarakat serta akan berdampak dalam penurunan investasi dan juga produksi.
  • Tarif pajak yang lebih rendah dari biasanya juga akan membuat masyarakat untuk membelanjakan uangnya lebih banyak dan hal ini akan memicu terjadinya inflasi.

Sehingga, pemerintah harus menciptkan keseimbangan penerapan tarif pajak yang jitu dalam hal perekonomian negara.

2. Kebijakan Pengeluaran

Kebijakan ini berkaitan dengan pendapatan dan juga belanja modal. Pengeluaran ini bisa dilakukan pada berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan,  dan lain sebagainya.

Selain pendapatan dan belanja modal,  pengeluaran negara pun juga diperhitungkan, seperti untuk membayar hutang dan bunga.

3. Kebijakan Investasi dan Disinvestasi

Tingkat optimalisasi investasi domestik maupun asing sangat diperlukan guna mempertahankan pertumbuhan laju ekonomi.

Pada beberapa tahun terakhir, arus dari modal internasional atau disingkat FDI telah mengalami peningkatan secara dramatis serta sudah menjadi alat untuk mengintegrasikan laju ekonomi domestik dengan laju ekonomi global.

4. Pengelolaan Utang / Surplus

Jika pemerintah mendapatkan pendapatan lebih dari yang dikeluarkan, hal tersebut disebut sebagai surplus. Sebaliknya jika pengeluaran lebih banyak dari pada pendapatan, maka hal tersebut disebut sebagai defisit.

Untuk membiayai defisit, pemerintah harus meminjam dari beberapa sumber, seperti hutang kepada bank dunia dan instansi keuangan dunia lainnya.

E. Tujuan Kebijakan Fiskal

  • Mencapai pertumbuhan ekonomi yang maksimal.
  • Mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan lapangan pekerjaan.
  • Menjaga ekonomi pada angka yang stabil.

Nah, jadi itulah pengertian kebijakan fiskal lengkap dengan ciri ciri, jenis, macam, dan tujuannya. Jika ada yang kurang, tulis masukan pada kolom komentar ya!. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *