√ Nama Nama Bulan Hijriah Dalam Islam Dan Penjelasannya

Nama Nama Bulan Hijriah Dalam Islam Dan Penjelasannya – Jika dalam kalender biasa kita mengenal sistem Masehi, yang sekarang usianya adalah 2021 Masehi. Dalam agama islam, kita akan menemukan sistem penanggalan baru yang disebut tahun Hijriah.

Sama seperti jumlah bulan dalam kalender Masehi, dalam kalender islam jumlah bulan juga ada 12. Dan setiap bulan memiliki penjelasannya masing – masing.  Bagi anda yang belum mengetahuinya, yuk simak penjelasan berikut ini!.

A. Nama Nama Bulan Hijriah Dalam Islam Dan Penjelasannya

1. Muharram

Pertama ada Muharram, yang dimana tanggal 1 Muharram diperingati oleh umat islam sebagai tahun baru. Bulan muharram terdiri dari 30 hari. Arti kata Muharram sendiri adalah yang diharamkan atau yang tidak diperbolehkan. Dalam pengertian ini, Anda juga bisa menyebutkannya sebagai bulan pantangan.

Mengapa demikian?, alasan awalnya adalah kepercayaan bahwa bulan ini merupakan awalan baru dan tidak boleh dimulai dengan peperangan. Dalam sejarah ini memang ditaati dan di Arab sendiri, perang tidak pernah terjadi saat Muharram.

2. Safar

Bulan kedua disebut Safar atau Shofar, yang dimana terdiri dari 29 hari. Arti kata Safar secara sederhana disebut kosong. Nama ini menunjukan peringatan untuk pemuda – pemuda arab agar pergi merantau dari perkampungannya.

3. Rabi’ul Awal

Bulan ketiga dalam kalender Hijriah ini, terdiri dari 30 hari. Arti nama bulan ini berasal dari masa kembalinya pemuda – pemuda yang tadinya merantau. Di bulan ini juga terjadi peristiwa besar, yakni tanggal 12 Rabi’ul Awal yang merupakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW.

4. Rabi’ul Akhir

Bulan yang keempat adalah Rabi’ul Akhir atau Rabi’uts Tsani yang terdiri dari 29 hari. Nama bulan ini berasal dari kegiatan menggembala dan berternak oleh orang yang telah menetap dari perantauan di bulan Rabi’ul Awal.

5. Jumadil Awal

Jumadil Awal disebut juga Jumadil Ula, dan bulan ini terdiri dari 30 hari. Arti nama bulan ini adalah mulainya kekeringan. Nama ini berasal dari kejadian sulit bertanam dan beternak pada awal penggunaan sistem kalender Hijriah.

6. Jumadil Akhir

Berikutnya ada Jumadil Akhir, bulan ini terdiri dari 29 hari dan memiliki nama lain yakni Jumadil Tsaniyah. Nama bulan ini berasal dari disambutnya bulan baru yang bebasnya masa sulit yang diawali pada Jumadil Awal.

Baca Juga :

7. Rajab

Bulan ketujuh pada kalender Hijriah adalah Rajab, yang terdiri dari 30 hari. Rajab di sini memiliki arti mulia dan juga menahan diri.

Awalnya orang Arab memasukan bulan ini sebagai bulan suci tapi sekarang hal ini sudah jarang dilakukan. Bulan ini juga adalah bulan terjadinya Isra’ dan Mi’raj.

8. Sya’ban

Bulan Sya’ban ini terdiri dari 29 hari. Dari Namanya, bulan ini bisa diartikan berkelompok. Dinamakan demikian karena sejarahnya pada bulan ini orang Arab berpencar untuk membentuk kelompok dalam mempertahankan komunitasnya.

Kegiatan tersebut bisa berupa mencari air, beternak, dan pekerjaan lain yang bermanfaat bagi penduduk komunitas tersebut.

9. Ramadhan

Bulan yang terkenal akan bulan puasa ini merupakan bulan yang spesial di kalender hijriah karena sangat dinantikan bagi kaum Muslimin. Ramadhan berarti sangat panas, nama ini berasal dari tujuan dirayakannya Ramadhan, yaitu membakar dosa – dosa selama hidup.

Pada bulan ini, umat Islam melakukan puasa selama 30 hari. Dari ajaran Islam, jika Anda beribadah dan melakukan puasa, nilai pahala Anda akan berlipat ganda di hadapan Allah.

Ada juga satu malam di bulan ini yang sangat spesial dan disebut malam Lailatul Qadar, dimana malam ini lebih baik daripada 1000 bulan. Dimana jika anda melakukan perbuatan baik di bulan ini, maka sama saja anda mengerjakan sesuatu atau mendapatkan kebaikan selama 1000 bulan.

10. Syawal

Syawal adalah bulan setelah Ramadhan, dan memiliki arti kebahagiaan dan bulan spesial ini terdiri dari 29 hari. Bulan ini mendapat arti kebahagiaan karena merupakan bulan yang penuh berkah. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Di Arab sendiri bulan ini bertepatan dengan bulan dimana unta betina bisa diperah susunya.

11. Dzulka’idah

Bulan kesebelas ada Dzulka’idah yang terdiri dari 30 hari dan memiliki arti istirahat. Dari perayaan besar di Syawal bangsa Arab menetapkan hari ini sebagai hari tenang. Karena itu pada bulan ini ditetapkan juga pantangan untuk perang.

12. Dzulhidjah

Bulan terakhir di kalender Hijriah menandakan bulan suci untuk menunaikan haji, maka dari itu tidak sedikit yang menyebutnya sebagai Bulan Haji. Umumnya, bulan ini terdiri dari 29 hari, namun di tahun kabisat (4 tahun sekali) harinya menjadi 30.

Pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban, Hal ini dilakukan pada Idul Adha yang bertepatan pada tanggal 10 Dzulhijah.

B. Sejarah Sistem Kalender Islam

Nama sistem kalender Islam ini disebut juga kalender Hijriyah. Kalender Hijriah berasal dari penanggalan tradisional asal Arab.

Meskipun berasal dari budaya tradisional, kalender Hijriyah lebih berunsur religius. Pada tahun pertama kalender ini dibuat, Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Tahun 1 Hijriyah terjadi pada tahun 622 Masehi.

Perbedaan kalender Hijriah dengan kalender Masehi yakni terletak pada patokannya, dimana kalender masehi menggunakan patokan Revolusi Bumi terhadap Matahari, sedangkan kalender Hijriah menggunakan Revolusi Bulan terhadap Bumi. Kalender Masehi berbasis dari waktu rotasi bumi dan juga revolusinya mengitari matahari, jadi bisa dibilang sistem kalender ini berbasis matahari.

Maka dari itu, jika pergantian hari pada tahun masehi terjadi pada tengah malam atau jam 00.00, pergantian hari atau tanggal pada kalender Hijriah terjadi pada saat waktu Maghrib.

Perbedaan lainnya yakni terletak pada jumlah hari, dimana pada kalender Masehi jumlah hari adalah 365 pada tahun biasa dan 366 pada tahun kabisat. Sedangkan di kalender Hijriah jumlahnya lebih sedikit yaitu 354 untuk tahun biasa dan 355 di tahun kabisatnya. Hal ini mengakibatkan tahun Hijriah lebih cepat daripada tahun Masehi.

Jadi itulah nama nama bulan hijriah dalam islam lengkap dengan sejarah dan penjelasannya. Sudah paham kan sedikit tentang sejarah islam?, alhamdulillah jika sudah.

Semoga artikel ini bermanfaat ya!, jangan lupa kembali lagi!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *