oleh

Konferensi Meja Bundar : Tujuan, Tokoh, Isi, Waktu, Dan Lainnya Lengkap

Konferensi Meja Bundar : Tujuan, Tokoh, Isi, Waktu, Dan Lainnya Lengkap – Konferensi Meja Bundar atau biasa disebut sebagai KMB merupakan kegagalan dari Belanda dalam meredam kemerdekaan Indonesia melalui jalan kekerasan. Hal ini dikarenakan adanya kecaman dari dunia internasional.

Gagalnya Perundingan Linggarjati dan Perjanjian Renville serta munculnya Agresi Militer Belanda, membuat PBB mengeluarkan solusi yang cukup efektif. Adapun konferensi Inter- Indonesia itu diadakan oleh internal Indonesia yang berasa di Jakarta sebelum KMB dimulai. Hal ini ditujukan untuk membahas apa sajakah nanti saat KMB.

Nah, untuk lebih lengkapnya, kami telah merangkum materi tentang Konferensi Meja Bundar. Adapun untuk lebih jelasnya, baca artikel ini sampai habis ya.

Konferensi Meja Bundar

A. Latar Belakang

Konferensi Meja Bundar (KMB) dilaksanakan karena dunia internasional mengecam keras aksi belanda yang masih berusaha menutupi kemerdekaan Indonesia dengan aksi militer. Bahkan, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi pada 28 januari 1949 yang mengecam keras aksi militer belanda serta memerintahkan kedua pihak melakukan perundingan kembali karena perundingan sebelumnya gagal, yakni Renville dan Linggarjati.

Kemudian, Indonesia dan Belanda mengadakan perjanjian baru yang dikenal dengan nama Roem-Roijen (kadang ditulis Roem-Royen) yang tujuannya untuk menyelesaikan masalah masalah terkait kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar dilaksanakan pada tahun yang sama. Hasil perjanjian ini adalah Indonesia bersedia mengikuti KMB agar penyerahan kedaulatan disegerakan.

B. Tujuan

  • Untuk mengakhiri perselisihan antara Belanda dan juga Indonesia dengan melaksanakan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat dan disepakati antara Belanda dengan Republik Indonesia. Khususnya tentang pembentukan RIS atau Negara Republik Indonesia Serikat
  • Untuk mencapai kesepakatan Meja Bundar, Negara Indonesia sudah memberikan pengakuan untuk menjadi negara yang berdaulat penuh oleh Belanda, meski tanpa Irian Barat.

Baca Juga :

C. Tokoh

tokoh kmb

Dalam konferensi Meja Bundar terdapat tiga negara yang terlibat dalam perjanjian ini. Pihak Indonesia, Belanda yang diwakili oleh BFO dan juga pihak United Nations Comissioner for Indonesia (UNCI) sebagai penengah.

Adapun pihak-pihak tersebut adalah :

  • Indonesia diketuai oleh oleh Drs. Mohammad Hatta dengan anggota lainnya yaitu Mr. Muwardi,Kolonel T. B. Simatupang, Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Mr. Abdul Karim Pringgodigdo, Mr. Suyono Hadinoto, Dr. Sukiman, Ir. Djuanda, Mr. Ali Sastroamincijojo, Dr. J. Leitnena, Prof Dr. Mr. Supomo, Nir. Moh. Roem.
  • Belanda diwakilkan oleh Bijeenkomst voor Federaal Overleg atau BFO yang mewakili berbagai negara yang diciptakan oleh Belanda di Kepulauan Indonesia. BFO ini dipimpin oleh Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak. Perwakilan dari Belanda dipimpin oleh Mr. van Maarseveen
  • UNCI atau United Nations Comissioner for Indonesia sebagai penengah jalannya konferensi yang dilakukan antara Belanda dan juga Indonesia. Tujuan dibentuknya UNCI ini adalah sebagai penengah dan juga mediator perdamaian jika terjadi perselisihan antara Indonesia dan juga Belanda.

D. Isi Konferensi Meja Bundar

  • Indonesia menjadi negara Serikat dengan nama RIS atau Republik Indonesia Serikat
  • RIS dan Kerajaan Belanda merupakan UNI, UNI Indonesia – Belanda itu dikepalai oleh Ratu Kerajaan Belanda.
  • Penyerahan kedaulatan oleh, Belanda kepada Indonesia akan dilakukan selambat-lambatnya pada akhir tahun 1949 (yang benar pengakuan kedaulatan bukan penyerahan kedaulatan)
  • Republik Indonesia Serikat harus membayar semua hutang Belanda sejak tahun 1942
  • Semua hutang bekas Hindia – Belanda akan dipikul RIS
  • TNI menjadi inti tertera RIS dan berangsur-angsur akan mengambil-alih penjagaan keamanan di seluruh wilayah RIS
  • Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan beberapa korvet akan diserahkan kepada RIS
  • Kedudukan Irian Barat akan ditentukan selama-lamanya 1 tahun sesudah penyerahan kedaulatan

E. Lokasi Dan Waktu Pelaksanaan

Konferensi ini dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1949 sampai 2 November 1949. Lokasi untuk melakukan konferensi ini aitu di Den Haag, Belanda. Den Haaq sendiri juga dikenal sebagai s-gravenhafe yang merupakan sebuah kota pemerintahan Belanda atau gemeente.


Itulah tadi pembahasan mengenai Konferensi Meja Bundar (KMB). Tentunya yang sudah dilengkapi dengan lokasi dan waktu, isi perjanjian, tokoh yang terlibat, dan juga isi dari Konferensi tersebut.

Demiki artikel ini dibuat, jangan lupa untuk baca artikel kami yang lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan juga mampu menambah wawasan kita semua. Terima kasih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed