oleh

√ Jenis Jenis Erupsi Gunung Berapi Yang Perlu Kalian Ketahui!

Jenis Jenis Erupsi Gunung Berapi Yang Perlu Kalian Ketahui! – Gunung, merupakan salah satu keindahan alam yang menakjubkan, terbentuk dari erupsi cairan gunung berapi atau magma yang keluar dari dalam bumi dan mendingin, lama kelamaan menjadi sebuah gundukan.

Erupsi atau letusan gunung berapi memiliki beberapa jenis. Berikut beberapa jenis letusan gunung berapi yang wajib kalian ketahui, yuk simak!.

Jenis Jenis Erupsi Gunung Berapi

1. Tipe Vulkanian

Letusan vulkanian merupakan tipe erupsi yang memiliki dampak kerusakan cukup besar. Erupsi tipe ini terjadi karena adanya tekanan gas yang besar, yang mengakibatkan terjadinya sumbatan di saluran vulkanik dalam kubah magma yang memicu lontaran material vulkanik dari dalam gunung.

Erupsi tipe ini sering disertai dengan suara dentuman yang cukup keras. Contoh letusannya adalah pada kasus Gunung Vulcano pada tahun 1890 an yang menghancurkan Pulau Vulcano di sebelah utara Italia.

2. Plinian

erupsi plinian

Dari semua jenis letusan gunung berapi, yang paling berbahaya adalah letusan tipe Plinian, karena memiliki daya hancir yang sangat kuat, bahkan bisa melenyapkan seluruh badan gunung seperti pada kasus Gunung Krakatau (1883) dan Gunung St. Helen (1980).

Sejumlah besar energi yang dilepaskan dan dikeluarkannya bisa terlempar sejauh hingga 50 km. Letusan tipe ini memiliki ciri khusus, yaitu terbentuknya jamur asap yang mirip seperti ledakan nuklir.

3. Hawaiian

Erupsi jenis ini memiliki ciri khas berupa lava pijar yang menyembur layaknya air mancur dan diikuti dengan terbentuknya aliran lelehan lava di antara celah-celah gunung dan terjadi secara berkala dalam kurun waktu yang relatif panjang.

Sama seperti namanya, jenis letusn ini terinspirasi dari karakteristik beberapa gunung di kepulauan Hawaii yang memiliki tipe letusan sama, diantaranya adalah Gunung Mauna Loa, Kilauea, dan Mauna Kea.

4. Tipe Surtseyan

Erupsi Surtseyan merupakan erupsi hidromagmatik, di mana magma berinteraksi dengan air hingga menimbulkan sebuah reaksi eksplosif, letusan tipe ini sering terjadi pada gunung berapi yang berada di bawah laut.

Contoh letusan bertipe Surtseyan adalah erupsi Gunung api bawah laut Surtsey di lepas pantai selatan Islandia yang meletus pada tahun 1963 dan 1965.

5. Pelee

erupsi Pelee

Adalah jenis erupsi yang terjadi karena terdapat sumbatan kawah di puncak gunung api yang berbentuk jarum sehingga akan menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar. Apabila sumbatan pada kawah gunung tersebut tidak terlalu kuat maka gunung akan meletus.

Baca Juga :

6. Saint Vincent

Jenis letusan yang terjadi pada gunung api yang memiliki danau kawah. Ketika gunung ini meletus maka air di danau kawah tersebut akan tumpah bersama lava.

7. Stromboli

Merupakan jenis letusan yang mempunyai waktu yang hampir sama di setiap letusannya sehingga letusan dapat terjadi setiap beberapa kali dalam waktu yang sama. Material yang keluar akibat letusan ini berupa bom hingga abu vulkanik.

8. Freatik

erupsi Freatik

Jenis erupsi yang satu ini terjadi bukan karena magma, penyebabnya adalah air bawah tanah yang kemudian berinteraksi dengan magma super panas lalu mendidih. Contohnya yakni pada kasus Gunung Merapi.

Kondisi ini kemudian menyebabkan penguapan dan uap ini kemudian memberikan tekanan sehingga akhirnya menyebabkan letusan karena tekanan di dalam dapur magma sudah terlalu tinggi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *