√ Jenis Jenis Awan Beserta Penjelasan Dan Gambarnya (Lengkap)

Jenis Jenis Awan Beserta Penjelasan Dan Gambarnya (Lengkap) – Awan merupakan benda langit yang sering kita lihat setiap hari, dikala mendung, cuaca cerah, siang, malam, kita selalu melihat awan meskipun bentuknya berbeda beda.

Awan merupakan benda langit yang terbuat dari proses pengembunan uap air yang terdapat di dalam udara akibat suhu dingin di atmosfer. Ada banyak sekali jenis awan tergantung dari ketinggian dan bentuknya.

Dengan adanya awan, kita bisa mengetahui cuaca sedang cerah maupun buruk. Contohnya jika cuaca sedang cerah, maka awan akan terlihat putih, dan ketika cuaca mendung, awan akan hitam. Melihat hal tersebut, kita wajib mengetahui jenis awan agar suatu saat kita bisa mengetahui akan terjadi apa, berikut daftarnya!.

Jenis Jenis Awan

1. Stratocumulus

Merupakan jenis awan rendah yang terletak di ketinggian kurang dari 2KM. Awan Stratocumulus ini dapat kita lihat dengan jelas karena letaknya yang rendah. Stratokumulus dapat menghasilkan hujan, namun biasanya tidak lebat

Berbentuk bulat dengan gumpalan yang nampak berkumpul atau memisah secara teratur di langit dengan warna keabu-abuan.

Awan ini terlihat seperti selimut putih tebal yang memiliki sedikit kemiripan dengan awan kumulus, hanya saja jauh lebih besar. Warnanya terang hingga abu-abu gelap tergantung ketebalannya.

2. Stratus

stratus cloud

Juga termasuk awan rendah, stratus memiliki bentuk seperti lapisan tipis melebar pada langit dengan warna putih keabu-abuan. Awan Stratus merupakan awan yang paling banyak dijumpai di seluruh dunia, khususnya di daerah pesisir dan pegunungan.

Jika melihat awan ini, kita bisa menyimpulkan bahwa cuaca sedang baik baik saja. Awan ini berbentuk teratur, meski kadang ditemui bentuk yang pecah tak beraturan. Untuk bisa mengenai awan stratis, kalian dapat dengan mudah mengenalinya dari lapisan awan yang memanjang secara horizontal sepert kabut.

Stratus juga bisa berubah menjadi awan nimbostratus jika mendapatkan kelembapan yang cukup pada permukaannya.

3. Nimbostratus

Nimbostratus adalah awan yang bentuknya tebal dan cenderung tidak teratur dengan warna putih keabu-abuan. Awan ini sering menghasilkan salju maupun hujan. Untuk daerah tropis seperti Indonesia, awan ini berpotensi menghasilkan hujan yang cukup lebat, sedangkan di daerah subtropis hingga dingin berpotensi menghasilkan salju.

Selain dari awan stratus, Nimbostratus bisa terbentuk dari awan jenis lain seperti awan altostratus, hingga kumulonimbus.

4. Altocumulus

altocumulus

Awan altokumulus merupakan awan sedang, dan terletak pada ketinggian 2 sampai 6KM dan memiliki bentuk bulatan kecil seperti kapas yang menyebar di seluruh bagian langit. Awan ini memiliki warna putih hingga abu-abu.

Jika kalian melihat awan altokumulus, hal tersebut menandakan akan terjadinya hujan deras disertai badai. Altocumulus terbentuk di ketinggian rendah sehingga tercipta dari butiran air. Namun ketika naik ke udara, kristal es juga ikut membentuk awan ini.

5. Altostratus

Awan altostratus atau boring cloud juga termasuk dalam bagian awan sedang yang terletak pada ketinggian 2-6KM. Altostratus merupakan awan yang banyak mengandung butiran air. Awan ini memiliki bentuk lembaran-lembaran tipis berwarna keabu-abuan.

Terbentuknya awan ini biasanya pada senja sampai malam hari lalu perlahan hilang saat siang hari jika matahari sedangterik. Awan altostratus merupakan pertanda munculnya hujan ringan hingga salju.

Baca Juga :

6. Cirrus

Cirrus merupakan awan yang memiliki struktur sangat halus seperti serat dan berbentuk seperti bulu burung. Awan ini termasuk jenis awan tinggi karena letaknya 6-12KM di atas permukaan tanah.

Selain seperti bulu burung, awan cirrus sering dijumpai berbentuk pita yang melengkung di langit seakan-akan bertemu pada beberapa titik di ufuk. Awan cirrus jarang sekali menghasilkan hujan, karena mengandung kristal es.

Untuk membedakan awan ini sangatlah mudah, karena warnanya yang berbeda dari awan lain, yakni berwarna kuning terang atau merah sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam.

7. Cirrostratus

Cirrostratus termasuk awan tinggi karena letaknya 6-12KM, dan memiliki warna agak kelabu dan bertekstur sangat halus saat berada di atmosfer.

Awan ini memiliki bentuk seperti serabut-serabut tipis dan dapat menutup sebagian langit. Karena letaknya yang tinggi, Awan cirrostratus mengandung banyak kristal es. Dalam keadaan tertentu, awan cirrostratus akan menebal dan membuat fenomena halo.

Cirrostratus memiliki warna yang beragam, mulai dari abu-abu cerah hingga putih tergantung ketebalannya. Yang berwarna putih menyimpan banyak cairan dan cenderung bergerak ke arah barat. Kemunculan awan ini bisa diprediksi akan turun hujan di hari berikutnya.

8. Cirrocumulus

Sama seperti cirrostratus, awan cirrocumulus juga merupakan awan tinggi, dan memiliki bentuk putus-putus teratur seperti gerombolan domba atau sisik ikan yang sangat tipis.

Awan ini tidak pernah memproduksi hujan walaupun dapat menjadi pertanda cuaca dingin, dan juga tidak pernah berinteraksi dengan awan lain.

9. Cumulus

Termasuk awan vertikal karena letaknya kurang lebih hanya 450 meter dari permukaan tanah. Awan cumulus ini berbentuk memanjang ke atas dan tebal. Nama cumulus diambil dari kata latin, yakni cumulo yang berarti tumpukan.

Cumulus terbentuk karena tekanan udara di atmosfer sedang labil. Jika keadaan ini terus berlanjut, maka awan ini bisa tumbuh dan berubah menjadi awan cumulonimbus. Awan kumulus mengandung butiran air serta es yang sangat dingin.

Jenis awan ini merupakan awan yang paling sering dilihat, dan dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia bahkan di daerah kutub.

10. Cumulonimbus

awan cumulonimbus

Terakhir ada awan cumulonimbus yang merupakan awan vertial, awan ini adalah perkembangan dari awan kumulus dengan bentuk yang lebih besar serta menjulang ke atas seperti kubah dan berwarna abu-abu hingga gelap.

Jika cumulonimbus datang, ini bisa menjadi pertanda hujan deras yang disertai angin dan petir. Dan jika kalian melihat awan ini, segera masuk ke rumah dan jangan berada di luar, karena awan ini kerap disebut awan yang berbahaya karena di dalamnya terdapat banyak sekali listrik.

Dengan membaca artikel di atas, saya yakin anda semua pasti sudah mengetahui jenis jenis awan. Semoga artikelnya bermanfaat ya!, jika ada pertanyaan dan masukan, tulis di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed