Hukum Kekekalan Energi : Pengertian, Bunyi, Rumus, Dan Contohnya

Hukum Kekekalan Energi : Pengertian, Bunyi, Rumus, Dan Contohnya – Hukum ini sebenarnya memiliki hubungan yang erat dengan kegiatan yang kita lakukan setiap hari.

Bunyi hukum ini menjelaskan bahwa energi sebagai suatu sifat tetap yang terdapat pada suatu properti fisika, seperti interaksi partikel, objek fisik, dan semua kemampuan yang dihasilkan oleh adanya partikel yang di alam semesta.

Jika dicermati secara seksama, memang ada benarnya juga hukum yang satu ini. Langsung saja yuk kita bahas lebih jelas.

Hukum Kekekalan Energi

Seorang fisikawan Inggris bernama James Prescott Joule (1818-1889) sudah merumuskan jika beragam bentuk energi pada dasarnya sama arau bersifat tetap, namun bisa diubah antara satu sama lain.

Dari pandangannya tersebut, kemudian ia menciptakan suatu hukum kekekalan energi. James Joule merupakan murid John Dalton yang merupakan seorang ahli kimia dan juga pengajar di University of Manchester, Inggris.

Pada awal merumuskan hukum ini, Joule meneliti serta membuat studi empiris terkait panas yang dihasilkan oleh kawat listrik. Menurut studi tersebut, Joule akhirnya menyimpulkan gagasannya dalam suatu tesis ilmiah jika panas adalah energi yang mana energi itu terlepas dari zat/objek yang dipanaskan.

Selanjutnya, James Joule melakukan berbagai Studi kasus lainnya, contohnya studi yang ia lakukan bersama rekannya, William Thomson, yang akhirnya menemukan satu teori fisika yang menyebutkan apabila gas yang dibiarkan mengembang tanpa adanya intervensi partikel  – partikel yang terdapat di luar gas tersebut, maka suhu gas akan turun.

Dari penemuan tersebut, dirumuskan satu teori yang disebut Teori Efek Joule – Thomson. Dan dari Teori itulah kemudian diciptakan mesin pendingin.

A. Pengertian Dan Bunyi Hukum

Bunyi Hukum Kekekalan Energi :

Jumlah energi dari suatu sistem tertutup tidak akan berubah, ia akan tetap sama atau konstan dan akan dilestarikan dari waktu ke waktu. Energi itu tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan, tetapi ia bisa berubah dari satu bentuk energi menuju bentuk energi yang lain.

Dari bunyi di atas, bisa disimpulkan yakni : Semua energi di alam semesta ini tetap, tidak bertambah dan tidak berkurang sedikitpun, namun suatu bentuk energi bisa berubah wujud/bentuk ke dalam energi lain, contohnya energi listrik menjadi panas, dari panas ke listrik, dari air ke listrik, dari uap ke listrik, dan masih banyak lagi.

B. Hukum Kekekalan Energi Mekanik

Energi mekanik berasal dari energi kinetik dengan energi potensial. Energi potensial adalah suatu energi yang berada pada sebuah benda sebab letak benda tersebut ada di dalam medan gaya.

Sementara energi kinetik adalah energi yang disebabkan oleh adanya gerak pada sebuah benda yang mempunyai massa atau berat.

Berikut rumus energi potensial dan energi kinetik :

Ek = 1/2mv²
Ep = mgh

Keterangan :

  • Ek = Energi Kinetik (Joule)
  • Ep = Energi Potensial (Joule)
  • m = Massa (Kg)
  • g = gravitasi (m/s²)
  • h = tinggi benda (m)
  • v = Kecepatan (m/s)

Baik energi Kinetik maupun energi Potensial memiliki satuan yang sama, yakni Joule (Satuan Internasional). Lalu, dalam energi potensial, usaha oleh gaya satu ini sama dengan negatif perubahan energi potensial sistem.

Sedangkan suatu sistem yang terjadi perubahan kecepatan, maka usaha total yang bekerja dalam sistem tersebut sama dengan perubahan energi kinetik.

Sebab gaya bekerja hanya dengan gaya konservatif, maka usaha total di dalam sistem pun akan sama dengan negatif dari perubahan energi potensial.

Penggabungan kedua konsep tersebut akan menghasilkan sebuah kondisi yang mana jumlah perubahan energi kinetik serta perubahan energi potensial sama dengan nol. Atau jika dirumuskan maka akan seperti ini :ek sama dengan ep

C. Rumus

Penjumlahan dari energi kinetik dan potensial akan menghasilkan energi mekanik, dan total energi mekanik harus tetap/tidak berubah, sehingga energi mekanik sebelum serta sesudahnya mempunyai besar yang sama.

Dalam hal tersebut, maka bisa dinyatakan rumus :

rumus hukum kekekalan energi

Baca Juga :

D. Contoh Hukum Kekekalan Energi

  • Pembangkit Listrik Tenaga Air = Energi Air diubah menjadi energi Listrik
  • Setrika Listrik = Energi Listrik diubah menjadi energi panas
  • Pembangkit Listrik Tenaga Angin = Tenaga dari energi angin diubah menjadi energi Listrik
  • Pembangkit Listrik Tenaga Uap = Energi Uap diubah menjadi listrik.
  • Dan masih banyak lagi.

Jadi itulah pembahasan lengkap tentang hukum kekekalan Energi beserta bunyi hukum, rumus, dan contohnya. Untuk contohnya, jika merasa kurang dan anda memiliki masukan, tuliskan di kolom komentar ya teman-teman.

Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa kembali lagi ya!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *