Hukum Hess, Pengertian, Bunyi, Rumus, Contoh Soal

Hukum Hess, Pengertian, Bunyi, Rumus, Contoh Soal – Pernahkah kamu mendengar tentang hukum hess?. Dimana hukum ini biasanya digunakan sebagai penentu besar kecilnya sebuah perubahan entalpi dari sebuah reaksi.

Nah, dalam artikel inilah saya akan mengupas secara tuntas tentang hukum hess. Dimana dalam artikel ini sudah lengkap dengan pengertian, bunyi hukum , rumus dan juga tentunya dengan contoh soalnya untuk mempermudah dalam memahami materinya. Untuk lebih lengkapnya, yuk pantengin terus artikel ini sampai habis ya!.

Hukum Hess

A. Pengertian

henri hess
Henri Hess

Sesuai dengan namanya, hukum ini diciptakan oleh Henry Hess. Dan ini adalah hukum yang digunakan sebagai penentu besarnya sebuah perubahan entalpi dari suatu reaksi. Hukum memiliki nilai perubahan entalpi yang dinyatakan dalam bentuk fungsi keadaan (∆H).

Dari hukum tersebut, karena adanya suatu perubahan entalpi adalah fungsi dari sebuah keadaan yaitu perubahan reaksi kimia yang memiliki nilai sama, dalam keadaan ini, jika sebuah langkah tersebut diperlukan hasil pencapaian reaksi yang berbeda.

Perubahan yang terjadi dalam entalpi ini akan menghasilkan sebuah reaksi yang dapat dihitung bahkan jika itu pun tidak dapat diukur secara langsung. Karena pada saat ini, metode dalam pengukuran ini digunakan untuk melakukan operasi aritmatika dalam beberapa formula reaksi yang dapat untuk dikenali.

B. Bunyi Hukum Hess

Hukum hess memiliki bunyi :

Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir.

C. Kegunaan

Hukum hess memiliki fungsi yaitu untuk memprediksi adanya sebuah perubahan entalpi yang berasal dari hukum kekekalan energi dimana dalam hal ini dinyatakan sebagai fungsi kondisi ΔH.

Selain itu, hukum ini juga dapat digunakan untuk menghitung jumlah entalpi secara menyeluruh dalam proses reaksi kimia walaupun memakai rute reaksi yang berbeda.

D. Penerapan

Hukum ini dapat digunakan dalam diterapkan dalam beberapa hal, yaitu :

  1. Jika sebuah nomor tertentu bereaksi, reaksi awal dapat dikalikan dengan nomor yang sama.
  2. Dapat memberikan integrasi dalam beberapa reaksi dimana dalam hal ini mampu mendapatkan entalpi reaksi yang diinginkan.
  3. Sebuah reaksi yang tidak sama menyebabkan perubahan pada tanda entalpi. Dimana, jika reaksi eksotermik, reaksi sebaliknya adalah endotermik menggunakan label entalpi yang berlawanan.

Baca Juga :

E. Rumus Hukum Hess

Perhatikan gambar di bawah ini :

Rumus hukum hessGambar di atas adalah gambar dari rumus hukum hess.

Diketahui bahwa perubahan A menjadi C dapat berlansung 2 tahap. Dimana tahap satu (secara langsung) adalah:

  • A       →        C            AH1

Tahap dua (secara tidak langsung) adalah :

  • A       →        B            AH2
  • B       →        C            AH3
  • ——————————  +
  • A       →      C              AH2 + AH3

F. Contoh Soal

Agar lebih mengerti tentang hukum hess, alangkah baiknya jika belajar dari contoh soalnya. Berikut ini adalah contoh soalnya :

Soal Contoh :

Hitung dan tentukan jumlah panas yang dilepaskan / bebas untuk pembakaran 1 mol hidrokarbon belakang C²H² (mr=26) jika diketahui bahwa entalpi pembentukan H²O (g) = -285 Kj / mol, lalu CO² (g) mol/Kj dan kemudian C²H²(g)=+227mol/Kj

Pembahasan :

Langkah pertama yang dapat Anda ambil adalah merumuskan formula reaksi untuk membakar C²H². Namun, yang perlu Anda ketahui tentang istilah pembakaran adalah bahwa ia bereaksi dengan oksigen (O2).

Maka biasanya dapat menyerap karbon dioksida dan uap air dari reaksi hidrokarbon. Setelah menyamakan mereka, mereka memiliki formula reaksi yang berbunyi sebagai berikut

C²H² + 5/2O²(g) → 2CO²(g) + H²O

  • ΔHreaksi=ΔH hasil-ΔH pereaksi
  • ΔHreaksi=2(-393)+(-285)-227-5/2(0)
  • ΔHreaksi=2ΔHfCO²+ΔHf H²O-ΔHfC²H²-5/2ΔHf O²
  • ΔHreaksi=-1298kj/mol

Akan tetapi, harus dicatat bahwa ΔH yang termasuk dalam suatu elemen 0, hingga ΔH f O² = 0


Masih bingung dengan hukum hess?. Atau sudah sangat paham?. Bagus jika sudah paham, bagi anda yang belum mengerti, tulis pertanyaan seputar materi ini di kolom komentar ya!.

Sekian dulu artikel tentang hukum hess lengkap dengan pengertian, bunyi, rumus dan juga contoh soalnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa baca artikel kami yang lainnya ya. Terima kasih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed