oleh

Apa Itu Sistem Endokrin : Pengertian, Fungsi, Jenis, Sifat Lengkap

Apa Itu Sistem Endokrin : Pengertian, Fungsi, Jenis, Sifat Lengkap – Pernahkah anda berpikir, saat belum makan, tubuh akan mengirim impuls ke otak. Anda pun akan merasa lapar. Lalu, saraf akan berperan aktif dalam mempengaruhi kelenjar hipotalamus.

Selanjutnya, kelenjar hipofisis akan menghasilkan hormon antidiuretik (vasopresin) yang berfungsi untuk menghambat atau menghentikan pembuangan kotoran tubuh melalui urine/veses.

Setelah anda makan, impuls rasa lapar akan berkurang dan hormon antidiuretik akan dihentikan. Ini merupakan salah satu contoh pengaruh sistem endokrin. Lantas sebenarnya apa sih sistem endokrin?, berikut penjelasannya!.

A. Apa Itu Sistem Endokrin

Sistem endokrin merupakan sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi dalam tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon. Hormon adalah senyawa protein atau senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.

Banyak sekali Kelenjar endokrin dalam tubuh. Kelenjar tersebut memiliki struktur yang berbeda satu sama lain. Selain struktur, yang membedakan setiap kelenjar dengan kelenjar lainnya adalah sekresi yang dihasilkan dan fungsinya.

Sistem Endokrin ini juga bisa disebut kelenjar buntu, karena tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan hormon. Hormon inilah yang berperan penting untuk mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh, seperti pertumbuhan, reproduksi, pencernaan, dan aktivitas lainnya

B. Sifat Umum

Menurut Tenzer, kelenjar endokrin pada vertebrata (termasuk manusia) memiliki sifat umum sebagai berikut :

  • Seluruh kelenjar endokrin berukuran kecil dan mengandung banyak pembuluh darah
  • Berdasarkan susunan sel hormon, kelenjar hormon dibedakan menjadi dua tipe, yaitu :
    • Sinusoid. Tersusun atas sel-sel sekretori berbentuk kubus atau pipih yang terletak diantara sinusoid – sinusoid dan dilengkapi dengan matriks jaringan ikat.
    • Folikel. Tersusun dalam kantung bulat (folikel). Folikel tersebut menimbun sekretnya dalam lumen sebelum dilepaskan dalam aliran darah. Tipe kelenjar ini terdapat pada kelenjar tiroid.
  • Kelenjar pada sistem endokrin hanya berhubungan secara fungsional tanpa adanya hubungan secara struktural.

C. Fungsi Sistem Endokrin

  • Mengatur dan menjaga berbagai fungsi tubuh dengan melepaskan hormon yang sering disebut sebagai pesan kimia.
  • Mengatur perkembangan generatif, pencernaan, pertumbuhan, reproduksi dan fungsi jaringan.
  • Menyeleksi kelenjar dan menghilangkan bahan dari darah.
  • Mengeluarkan zat kimia untuk digunakan di suatu tempat dalam tubuh.

Baca Juga :

D. Kelenjar – Kelenjar Dalam Sistem Endokrin

1. Kelenjar Hipofisis (Pituitari)

Kelenjar ini terletak di dasar otak besar, kelenjar ini merupakan kelenjar terbesar dan dapat memengaruhi aktivitas kelenjar lainnya. Hipofisis terbagi menjadi tiga lobus, dan masing-masingnya menghasilkan hormon yang berbeda, yakni :

  • Lobus Anterior, Menghasilkan Hormon :
    • Tiroksin (TSH), merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi tiroksin.
    • Adenokortikotropin (ACTH), merangsang korteks adrenal untuk memproduksi kortikosteroid.
    • Focille Stimulating Hormone (FSH), memacu perkembangan tubulus seminiferus dan spermatogenesis.
    • Luteinizing Hormone (LH), menstimulasi estrogen.
    • Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH), menstimulasi testis dalam menghasilkan testosteron.
    • Prolaktin (TH), menstimulasi sekresi air susu.
  • Lobus Intermedia, Menghasilkan Hormon:
    • Somatotrof (STH), merangsang tumbuhnya tulang.
    • Melanosit Stimulating Hormone (MSH), mengatur penyuburan pigmen dalam perubahan warna kulit.
  • Lobus Posterior, menghasilkan hormon :
    • Oksitosin, merangsang kontraksi otot di uterus.
    • Antidiuretik Hormone (ADH), mencegah pembentukan urin dalam jumlah besar.

2. Kelenjar Tiroid (Gondok)

Kelenjar ini terletak di daerah leher, dekat jakun. Tiroid adalah kelenjar yang paling kaya pembuluh darah. Kelenjar tiroid menghasilkan tiga hormon, yakni :

  • Tiroksin, : Membantu proses metabolisme, pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan kematangan seksual.
  • Triidotironin, Mengatur distribusi air dan garam dalam tubuh.
  • Kalsitonin, Menjaga keseimbangan kalsium dalam darah.

3. Kelenjar Paratiroid (Anak Gondok)

Kelenjar gondok berfungsi untuk mengendalikan kadar kalsium dalam darah. Paratiroid menghasilkan satu hormon saja, yakni :

  • Parathormon, untuk mengendalikan kadar kalsium dalam darah.

4. Kelenjar Adrenal (Suprarenalis)

Kelenjar ini terletak di atas ginjal, dan terdiri dari dua bagian, yaitu :

  • Korteks, menghasilkan hormon :
    • Korteks Mineral, menyerap natrium darah dan mengatur reabsorpsi air di ginjal.
    • Glukokortikoid, mengubah protein menjadi glikogen, mengubah glikogen menjadi glukosa, dan menaikkan kadar glukosa pada darah.
    • Androgen, membentuk sifat kelamin sekunder laki-laki.
  • Medula, menghasilkan hormon :
    • Adrenalin, untuk mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa dalam darah.

5. Kelenjar Pankreas

Kelenjar pankreas terletak di ventrikulus atau lambung, kelenjar ini menghasilkan dua hormon, yakni :

  • Insulin, mengubah glukosa menjadi glikogen pada hati. Akibatnya, kadar gula darah akan turun.
  • Glukogen, mengubah glikogen menjadi glukosa. Akibatnya, kadar gula darah akan naik.

6. Kelenjar Gonad

Terletak di daerah perut wanita atau buah zakar dalam skrotum laki-laki, berfungsi untuk menghasilkan hormon yang berbeda bagi wanita dan laki-laki.

Pada Wanita, kelenjar gonad menghasilkan dua hormon :

  • Estrogen, untuk menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder.
  • Progesteron, untuk menebalkan dan memperbaiki dinding uterus.

Pada Laki-Laki, menghasilkan satu hormon :

  • Testosteron, untuk menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder.

7. Kelenjar Timus (Kacangan)

Kelenjar ini terletak di daerah dada, dan menghasilkan satu hormon, yaitu :

  • Thymosin, untuk membantu sistem kekebalan tubuh.

E. Penyakit Yang Bisa Menyerang

1. Destruksi Kelenjar

Destruksi kelenjar endokrin sering disebabkan penyakit autoimun. Contohnya seperti diabetes mellitus dependen-insulin, hipotiroidisme, insufisiensi adrenal, dan kegagalan gonad.

Pada kelenjar hipofisis, suatu gangguan seperti tumor atau hipotensi sebagai akibat syok atau perdarahan merupakan penyebab yang lebih khas.

2. Gangguan Ekstraglanduler

Merupakan gngguan kerusakan terhadap kelenjar endokrin yang merupakan organ dengan fungsi utama lain. Contoh pada penyakit ginjal, menimbulkan konversi cacat akibat kelainan metabolik, dan kerusakan terhadap sel-sel penghasil eritropoietin yang menyebabkan anemia.

3. Hiperfungsi

Sebagian besar kelenjar endokrin biasanya timbul akibat tumor. Contoh tumor pada hipofisis dapat menyebabkan produksi kelebihan dari sebagian besar hormon.

Itulah materi singkat tentang apa itu sistem endokrin beserta penjelasannya lengkap. Jika ada yang ingin anda tambahkan, tulis di kolom komentar ya teman-teman!. Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa berkunjung kembali ya!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *