20 Alat Musik Daerah Sumatera Utara Dan Cara Memainkannya

Alat Musik Daerah Sumatera Utara Dan Cara Memainkannya – Sumatera Utara atau Sumut ini merupakan provinsi yang terletak di sebelah Barat provinsi Aceh.

Provinsi ini merupakan salah satu provinsi yang masih kental dengan budaya daerah. Tarian, musik, alat musik, masih banyak ditemui di daerah ini.

Bicara tentang alat musik, Sumut memiliki banyak sekali alat musik, yang mungkin salah satu dari anda mengetahuinya, berikut daftarnya.

Alat Musik Daerah Sumatera Utara

1. Hasapi

alat musik daerah sumatera utara hasapi

Hasapi adalah alat musik khas Sumatera Utara, khususnya masyarakat Suku Batak. Alat musik ini berupa sebatang kayu dengan dua senar yang dimainkan dengan cara dipetik seperti gitar. Hasapi banyak ditemukan di Pulau Samosir dan Kelurahan Parapat, dan biasanya dijual sebagai souvenir kepada wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba.

Hasapi termasuk dalam alat musik melodis dan ritmis karena tidak menggunakan tangga nada. Umumnya, alat musik ini digunakan dalam acara gondang, baik berupa pertunjukan musik maupun acara pernikahan.

Alat musik ini terbuat dari kayu jior yang tumbuh di sekitar Danau Toba, namun bisa juga menggunakan kayu dari batang pohon nangka.

2. Aramba

Aramba adalah alat musik yang berasal dari suku Nias di Pulau Nias. Alat musik ini berbentuk seperti alat musik bende yang oleh masyarakat sekitar sering digunakan dalam acara adat seperti perkawinan.

Aramba biasanya digantungkan menggunakan seutas tali, dan dimainkan dengan cara dipukul pada tonjolan di bagian tengahnya menggunakan alat pemukul khusus.

Piringan aramba terbuat dari logam seperti perunggu, kuningan, atau tembaga. Yang memiliki ukuran diameter mencapai 40 hingga 50 cm.

3. Odap

Odap adalah alat musik daerah sumatera utara khas Batak Toba, yang termasuk dalam instrumen gendang dengan dua sisi, dan fungsinya sebagai pembawa ritme. Biasanya, odap dimaikan dalam acara pawai atau sebagai pengiring lagu-lagu tertentu pada Gondang Sabangunan.

4. Taganing

taganing

Merupakan salah satu instrumen Gondang Sabagunan yang berbentuk gendang. Taganing biasanya terdiri dari 5 buah gendang yang memiliki intonasi bunyi berbeda-beda. Cara memainkan Taganing yatu dipukul menggunakan sepasang pemukul atau stick yang disebut palu-palu. Dan orang yang memainkan taganing disebut partaganing.

Masing-masing gendang dalam alat musik taganing ini memiliki nama, yakni tingting, paidua tingting, painonga, paidua odap, dan, odap-odap. Tetapi, ada pemain yang mensetting taganing menjadi 7 gendang. Selain 5 gendang di atas, ada tambahan 2, yaitu odap dan gordang.

Alat musik ini terbuat dari kayu pohon yang berbeda bentuk, ukuran, dan intonasi bunyinya satu dengan lainnya. Taganing memiliki ukuran yang berbeda-beda, mulai dari 18-24 cm, hingga 40-55 cm.

5. Kulcapi Karo

Kulcapi merupakan alat musik tradisional Sumatera Utara yang berasal dari Suku Karo. Alat musik ini memiliki dua senar, dan Kulcapi terbuat dari bahan dasar kayu yang dibentuk dan diukir dengan ornamen khas Karo.

Alat musik ini sering dipakai sebagai alat musik tunggal atau dikolaborasikan dengan alat musik khas Sumut lainnya, seperti keteng-keteng, gendang karo, balobat, atau yang lainnya.

6. Garantung

Garantung adalah alat musik melodi Batak Toba yang terbuat dari kayu dan memiliki lima bilah nada. Alat musik ini dimainkan dengan cara memukul bilah-bilah nada menggunakan alat pemukul khusus. Terdiri dari 7 bilah yang digantungkan di atas sebuat kotak yang berfungsi sebagai resonator.

7. Gendang Sisibah

Dalam bahasa Sumatera Utara, gendang sisibah berarti sembilan gendang, yakni satu set gendang berjumlah 9 yang diletakkan dalam satu rak. Dan dimainkan dengan dipukul menggunakan sepasang stik.

Gendang sisibah ini biasanya digunakan untuk mengiringi upacara adat baik acara suka maupun duka.

8. Gendang Singanaki

Gendang Singanaki merupakab salah satu alat musik gendang Sumatera utara yang terbuat dari kayu dan kulit binatang khas Batak Karo. Terdiri dari dua bagian, yaitu gendang penganaki dan anak gendang yang dinamakan gerantung.

Gendang yang berukuran kecil dan ramping ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul. Alat musik ini dimainkan pada saat upacara adat dengan religi dan pesta muda-mudi.

9. Sarune Bolon

serune bolon

Sarune Bolon merupkan salah satu instrumen musik yang menjadi bagian dari perangkat Gondang Sabangunan Batak Toba.

Alat musik ini ini biasanya dimainkan bersama dengan gondrang sipitu-pitu, gondrang sidua-dua, ogung, mongmongan, dan masih banyak lagi pada saat upacara adat.

10. Fondrahi

Fondrahi adalah alat musik khas Sumut yang berupa gendang kecil. Dulu, fondrahi hanya digunakan oleh pemuka agama untuk melakukan ritual persembahan kepada dewa-dewa menurut kepercayaan masyarakat setempat.

Baca Juga :

11. Sordam

Sordam merupakan alat musik tradisional Batak Toba yang menghasilkan suara bernuansa memilukan dan identik dengan duka.

Dulu, sordam sering digunakan untuk memanggil roh yang berkaitan dengan ritual kepercayaan setempat, sehingga untuk memainkan alat musik ini tidak boleh asal, karena diyakini dapat membawa petaka jika dimainkan sembarangan.

12. Tulila

Disebut juga talaloit, adalah instrumen aerofon, masuk dalam keluarga seruling yang dimainkan dengan posisi lurus, dan merupakan ordo ocarina. Tulila terbuat dari bambu, yang memiliki sebuah lubang tiup dan 4 lubang nada yang terletak di bagian tengah instrumen.

Alat musik ini merupakan alat musik solo dalam kesenian Batak Toba, yang dipercaya sebagai media penyampai doa kepada Tuhan menurut kepercayaan suka batak toba.

13. Keteng – Keteng

keteng keteng

Adalah alat musik daerah sumatera utara yang merupakan alat muisk pukul tradisional Suku Karo yang terbuat dari bambu. Keteng-keteng memiliki bentuk seperti kentongan, memiliki panjang sekitar setengah meter, dan memiliki senar yang merupakan kupasan dari kulit bambu itu sendiri.

Alat musik ini dibunyikan menggunakan sepasang tongkat pemukul yang terbuat dari potongan bambu. Cara memainkannya adalah dengan menabuhnya seperti menabuh drum.

14. Balobat

Alat musik ini sering disebut beluat, dan merupakan alat musik khasSuku Karo, salah satu sub etnik Batak yang tinggl di utara Danau Toba.

Balobat terbuat dari seruas pucuk bambu berukuran sejengkal jari tangan, memiliki lubang nada berjumlah 6, dan dapat dimainkan secara tunggal atau ensambel.

15. Gong Panganak

Gong Panganak dibuat dari bahan kayu dan kuningan. Dulu, Gong Panganak ditabuh untuk mengumumkan perintah raja kepada rakyatnya, dan juga digunakan pada upacara adat kematian dan perkawinan. Sekarang, alat musik ini juga sering dimainkan pada saat upacara gereja, hari besar nasional, dan menyambut tamu.

16. Tali Sasayat

tali sasayat

Disebut juga Sitalasayak, alat musik ini terbuat dari kuningan, dan dimainkan dengan cara memasukkan jari telunjuk kiri dan kanan yang dikaitkan pada simpulan tali kemudian ditepuk-tepukkan. Tali Sasayat ini sering dimainkan pada saat upacara adat masyarakat Batak Simalungun.

17. Ogung

Ogung adalah alat musik sejenis gong yang memegang peranan penting pada ensambel Gondang Sabangunan. Instrumen ini terdiri dari 4 buah gong yang masing-masing memiliki bernama Oloan, Ihutan, Panggora, dan Doal.

Instrumen ini dimainkan oleh 4 orang, dipukul menggunakan alat pemukul, dan terbuat dari kuningan.

18. Fatricia

Merupakan alat musik tradisional Sumut khas Nias yang sering dimainkan bersama alat musik aromba dan fondrahi pada saat upacara besar dan pesta adat setempat.

Permainan Fatricia akan berlangsung selama berhari-hari sebelum acara utama dilaksanakan agar masyarakat setempat bisa mendengarnya.

19. Gordang

alat musik daerah sumatera utara gordang

Alat musik gordang berbentuk seperti gendang Jawa. Gordang ini biasa dimainkan pada acara-acara musik gamelan, dan terbuat dari kayu. Cara memainkannya yakni dengan cara dipukul.

20. Panggora

Panggora adalah alat musik sejenis gong yang berpencu dan dimainkan oleh satu orang. Instrumen ini dimainkan dengan cara memukul pencunya menggunakan alat pemukul, namun pinggirannya diredam dengan tangan.

Nah, jadi itulah beberapa alat musik daerah Sumatera Utara lengkap dengan cara memainkannya. Semoga dengan membaca artikel ini, anda bisa lebih memahami Tradisi Sumut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed