11 Alat Musik Daerah Kepulauan Riau Dan Cara Memainkannya

Alat Musik Daerah Kepulauan Riau Dan Cara Memainkannya – Provinsi yang beribukota di Tanjungpinang ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang masih kental akan budaya melayu, karena letaknya yang berdekatan dengan malaysia.

Contoh budayanya seperti Musik Zapin, Silat, dan Inang. Untuk membawakan musik tersebut, mereka juga menggunakan alat musik yang beberapa diantaranya adalah alat musik melayu.

Berikut beberapa alat musik tradisional kepulauan riau yang masih sering digunakan dalam berbagai acara kebudayaan.

Alat Musik Daerah Kepulauan Riau

1. Gambang Camar

Pada posisis pertana ada Gambang Camar, yang merupakan alat musik kepulauan Riau yang terbuat dari kayu dan logam. Gambang Camar termasuk jenis alat musik silofon, yang terdiri dari enam bilah kayu hitam yang ditempatkan pada rak bersayap.

Alat musik ini biasanya dimainkan saat peringatan hari besar Islam dan berbagai acara hiburan sehari-hari.

2. Gambus

gambus

Gambus ada banyak sekali jenisnya, alat musik gambus merupakan alat musik petik yang mirip mandolin. Senar gambus berjumlah antara 3 sampai 12 senar, tergantung besar gambus.

Alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi lagu berirama timur tengah. Bahkan tidak jarang yang menggunakan bahasa Arab ketika bernyanyi.

3. Gendang Nobat

Gendang Nobat merupakan alat musik daerah kepulauan Riau dan termasuk alat musik pukul, dan terbuat dari gabungn kayu, kulit binatang, dan rotan. Alat musik ini merupakan salah satu alat musik tradisional Melayu.

Alat musik tersebut dianggap sakral dan beberapa lagunya tidak boleh dimainkan sembarangan, jika tidak dimainkan bersama gendang nobat. Bahkan alat musik ini tidak boleh dilangkahi, dan para pemainnya pun harus berasal dari keluarga kerajaan atau keluarga yang telah ditunjuk.

4. Gedombak

Selanjutnya ada Gedombak, yang merupakan alat musik yang terbuat dari  gabungan kayu, kulit binatang, dan rotan.

Anda bisa menyebut gedombak sebagai gendang, dan alat musik ini sering dimainkan bersama dengan nafiri, gong tetawak, dan gong pipih.

Baca Juga :

5. Gendang Silat

Gendang Silat adalah alat musik daerah kepulauan Riau yang terbuat dari kayu, rotan, dan kulit binatang. Alat musik ini merupakan alat musik khas masyarakat Melayu Bengkalis..

Gendang silat ini biasanya digunakan untuk mengiringi pesilat yang sedang mempertunjukkan gerakan silatnya pada berbagai acara budaya.

6. Gendang Panjang

gendang panjang

Gendang Panjang termasuk alat musik Membranofon, yang cara memaikannya ditepuk dengan telapak tangan. Alat musik ini selalu dimainkan berdua, yaitu induk untuk gendang dengan ukuran besar yang menggunakan kulit kerbau dan anak untuk gendang yang berukuran lebih kecil dan menggunakan kulit kambing.

Kedua kulit dalam gendang panjang diikat dengan tali dari rotan. Gendang panjang memiliki ukuran rata-rata sekitar 21 inci dan terbuat dari kayu marbau yang keras dan tahan lama.

7. Gong

Gong, alat musik ini tidak hanya ada di pulau jawa, di sumatera anda bisa juga menemukan alat musik ini di kepulauan Riau. Alat musik ini merupakan alat musik pukul yang terbuat dari perunggu maupun logam lain yang dibentuk menjadi bundar dan besar seperti kuali.

Gong memiliki diameter 70 cm – 100 cm. Di kepulauan Riau, gong pada bagian atas mistranya diberi variasi ular naga yang dibuat dari kayu.

8. Genggong

Bentuk Genggong tipis dan kecil, dan ada beberapa jenis genggong yang cara memainkannya berbeda beda, ada yang dipetik, ditarik, hingga dan dipukul. Genggong terbuat dari pelepah pohon enau yang di ambil kulit luarnya, diambil dari kulit luarnya karena teksturnya lebih keras keras. Ada juga genggong yang terbuat dari tembaga dan besi.

Alat musik ini digolongkan dalam golongan Idiofon karena sumber bunyi berasal dari batang tubuh alat musik.

9. Kompang

Aat musik Kompang ini merupakan alat musik Melayu yang paling populer. Kulit kompang biasanya terbuat dari kulit kambing betina, namun ada juga yang dibuat dari kulit lembu dan kerbau.

Kompang banyak digunakan dalam berbagai acara sosial seperti pawai hari kemerdekaan. Selain itu, alat musik ini juga digunakan untuk mengiringi lagu gambus.

10. Marwas

Marwas merupakan sebuah gendang yang berukuran lebih kecil dari gendang biasa, dan terbuat dari gabungan kulit kambing, kayu cempedak dan rotan.

Alat musik ini termasuk salah satu alat musik pengiring tarian musik zapin. Marwas juga bisa berfungsi sebagai penanda atau ketukan.

11. Nafiri

nafiri

Alat musik tiup dari Kepulauan Riau ini memiliki bentuk seperti terompet dan berfungsi sebagai pengiring kesenian tari tradisional, pengiring kesenian Mak Yong dan kesenian lainnya dari Kepulauan Riau.

Dulu, nafiri juga digunakan pada penobatan raja, sebagai tanda terjadinya bencana, peperangan, kematian, dan lain sebagainya.

Nafiri terbuat dari kayu dengan ukuran kurang lebih 25-45 cm. Antara batang dan tempat tiupnya terdapat batas yang terbuat dari tepurung kelapa. Pada lubang tiup Nafiri terdapat semacam lidah yang terbelah dua dan berfungsi sebagai vibrator bunyi yang biasanya terbuat dari daun kelapa muda.

Jika dilihat dari daftar di atas, kebanyakan alat musik daerah kepulauan Riau merupakan alat musik pukul, dan sisanya adalah alat musik tiup dan petik.

Meskipun berbeda, namun semua itu tetaplah menjadi kekayaan budaya Indonesia. Sekian artikel ini, semoga bisa menambah wawasan kita semua tentang budaya Indonesia.

Jika ada tambahan, tuliskan di kolom komentar ya teman – teman. Jangan lupa kembali lagi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed